BANGLI, kanalbali.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan sosialisasi edukatif mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan pentingnya menjaga kesehatan mental remaja.
Acara digelar di SMP Negeri 4 Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menyasar siswa kelas IXA, IXB, dan IXC sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya bullying, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan saling mendukung.
Bisnis Digital Membuka Banyak Peluang Baru
Para siswa mendapatkan materi mengenai pengenalan berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik, sosial maupun melalui media digital, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan mental.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara mencegah tindakan perundungan, bagaimana bersikap ketika menjadi korban maupun saksi bullying, serta pentingnya melaporkan tindakan perundungan kepada pihak yang dapat memberikan bantuan dan perlindungan.
Pentingnya Transaksi Digital di Era Pandemi
Peserta diajak memahami bahwa persoalan psikologis merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan dan tidak seharusnya dihadapi seorang diri. Mencari bantuan dari orang tua, guru, tenaga kesehatan, maupun pihak lain yang dipercaya merupakan langkah penting ketika menghadapi masalah.
Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta refleksi. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan membagikan pengalaman maupun pandangan mereka mengenai kehidupan sosial di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan. Sejumlah siswa juga berani mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait pertemanan, perundungan, tekanan sosial, dan kesehatan mental.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PKBI Daerah Bali, yaitu Fatima Gita Elhasni yang juga adalah anggota Kagama Bali. Pemateri lainnya adalah I.A. Putu Wahyu Sri Saraswati, dan I Made Bagus Arya Panji Putra Raharja, serta Wayan Wirawan dari Puskesmas Kintamani V.
Sementara itu, kegiatan turut melibatkan mahasiswa KKN-PPM UGM, yaitu Melia Laksita, Amanda Husna, Laksmi Widya Sari, Dzakiyyah, Ni Komang Wijayanti Sinta Dewi, Dhani Adriansyah, Zahra Khusnul Khotimah, Abdurrahman Shaleh, dan Agil Raya Ramadhani.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat edukasi dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menciptakan relasi sosial yang sehat serta lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap siswa tidak hanya mampu mengenali bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk menghentikan, mencegah, melaporkan, dan mencari bantuan ketika menemukan tindakan perundungan.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang mengedepankan saling menghargai, empati, kepedulian, dan dukungan terhadap kesehatan mental.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pihak yang terlibat sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, sehat secara mental, dan bebas dari y Membangun Generasi yang Berdaya, Berempati, dan Peduli. (kanalbali/RLS)


