Taiwan Beats 2026, Upaya Bangun Hubungan Industri Musik Dua Bangsa

Phil Tang selaku Chairperson Taiwan Beats 2026 bersama para artis - IST
Phil Tang selaku Chairperson Taiwan Beats 2026 bersama para artis - IST

UBUD, kanalbali.id – Taiwan Beats 2026 memperkenalkan agenda pertukaran industri musik Taiwan dan Indonesia melalui konferensi pers yang berlangsung di Biji World, Bali, Sabtu, 22 Agustus 2026.

“Kami hadir untuk memperluas pemahaman antara industri musik Taiwan dan Indonesia,” kata Phil Tang selaku Chairperson Taiwan Beats 2026.

Menurutnya, kedua negara memiliki hubungan budaya yang sudah cukup dekat, termasuk melalui musik.

“Di Taiwan, banyak lagu yang sangat populer sebenarnya memiliki pengaruh dari Indonesia. Saya juga memiliki banyak grup musik Indonesia yang saya sukai dan sudah beberapa kali menghadiri Java Jazz Festival,” ujarnya.

Press Cionference  menjadi bagian dari rangkaian Taiwan-Indonesia Music Exchange & Business Matching Event yang berlangsung di Bali dan Jakarta pada 21-25 Agustus 2026.

Selain  Phil Tang, hadir dua musisi Taiwan yang menjadi bagian dari program pertukaran, LINION dan MANAGONA. Setelah konferensi pers, keduanya juga tampil dalam Taiwan Beats Showcase Night bersama musisi Bali Rhythm Rebels, Robokids, dan Adam Alydrus.

Menurut Tang, pertukaran seperti Taiwan Beats diperlukan untuk membuka lebih banyak ruang bagi pelaku industri dari kedua negara untuk saling mengenal. Ia melihat masih terdapat potensi besar yang belum sepenuhnya digarap dalam hubungan musik Taiwan dan Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa penonton di kedua negara sebenarnya memiliki banyak ruang untuk saling mengenal. Kami memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar, dan itulah salah satu makna dari pertukaran yang kami lakukan hari ini. Artinya, kami perlu meningkatkan saling pengertian,” katanya.

Sesi bisnis matching pelaku industri musik dua bangsa- IST
Sesi bisnis matching pelaku industri musik dua bangsa- IST

Pernyataan tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan Taiwan Beats 2026 yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga business matching, seminar, serta pertemuan dengan berbagai pelaku industri musik lokal. Delegasi Taiwan melakukan penjajakan dengan kurator festival, label rekaman, pengelola tempat pertunjukan, media, dan pelaku industri kreatif di Bali dan Jakarta.

Dalam agenda konferensi pers, LINION dan MANAGONA juga berbagi mengenai karakter musik serta pengalaman mereka tampil di Indonesia. LINION dikenal dengan musik yang memadukan R&B, Neo-Soul, dan berbagai unsur budaya, sementara MANAGONA menggabungkan perkusi, musik elektronik, dan seni visual dalam pertunjukannya.

Kehadiran kedua musisi tersebut menjadi bagian dari upaya Taiwan Beats mempertemukan karya dan pelaku musik Taiwan dengan ekosistem musik Indonesia. Melalui showcase, pertukaran langsung antara musisi dan penonton juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

Bagi Tang, peluang pertukaran tersebut dapat berkembang lebih jauh ke berbagai bidang industri kreatif. Ia melihat hubungan Taiwan dan Indonesia memiliki ruang untuk dikembangkan melalui proyek lintas negara.

“Saya percaya tema lintas negara seperti ini dapat menjadi salah satu arah yang memungkinkan Taiwan dan Indonesia memperdalam kerja sama di masa depan. Tema semacam ini juga dapat membuka arah yang menarik untuk memperkuat hubungan antara Taiwan dan Indonesia,” ujar Tang.

Taiwan Beats merupakan bagian dari upaya Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID), Kementerian Kebudayaan Taiwan, untuk memperluas kehadiran musik populer Taiwan di pasar Asia Tenggara.

Dalam beberapa tahun terakhir, BAMID mengembangkan berbagai program pertukaran dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara melalui partisipasi festival musik, showcase kurasi, rekomendasi artis, proyek kolaborasi, serta kegiatan business matching. Pada periode 2023-2024, program tersebut berfokus pada Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Memasuki periode 2025-2026, Program Ekspansi Musik Pop ke Pasar Asia Tenggara diperluas ke empat negara, yaitu Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Delegasi Taiwan Beats 2026 menjalankan rangkaian pertukaran selama lima hari di Bali dan Jakarta, dengan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama dalam upaya memperluas pasar musik Taiwan di Asia Tenggara.

Indonesia dipandang memiliki potensi penting bagi industri musik Taiwan karena besarnya pasar musik, perkembangan ekosistem pertunjukan, serta hubungan sosial dan budaya antara kedua negara. Melalui pertemuan langsung dengan pelaku industri lokal, Taiwan Beats berupaya memahami preferensi audiens, pola produksi, serta karakter pasar Indonesia secara lebih dekat.

Rangkaian di Bali ditutup dengan Taiwan Beats Showcase Night di Biji World pada malam 22 Agustus. LINION dan MANAGONA tampil bersama tiga musisi dari Bali, yaitu Rhythm Rebels, Robokids, dan Adam Alydrus, mempertemukan musik Taiwan dengan musisi yang telah berkembang dalam ekosistem musik lokal Bali.

Bagi Taiwan Beats 2026, pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses membangun hubungan industri yang lebih panjang antara Taiwan dan Indonesia, dengan musik sebagai salah satu pintu masuk menuju kerja sama lintas negara dan lintas sektor kreatif. ( kanalbali/RS?RFH )

Apa Komentar Anda?