Dampak Ekonomi Maybank Marathon Capai Rp 303,5 Miliar

Suasana Maybank Marathon di Bali - IST
Suasana Maybank Marathon di Bali - IST

JAKARTA, kanalbali.id – Multiplier effect penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa  meningkat 34,6% dari tahun sebelumnya menjadi Rp303,5 Miliar

 PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bersama  Katadata Insight Center mengungkapkan hasil studi terbaru mengenai dampak ekonomi dari  penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa (Maybank Marathon  2026).

Studi tersebut mencatat dampak langsung dari penyelenggaraan Maybank Marathon  2026 terhadap perekonomian Bali mencapai Rp229,9 miliar, melonjak dari Rp170,8 miliar pada  tahun sebelumnya. Perhitungan dampak ekonomi dalam studi ini didasarkan pada jumlah peserta Maybank Marathon 2026.

Kenaikan dampak ekonomi ini dikontribusi oleh bertambahnya jumlah peserta dan  meningkatnya belanja selama berada di Bali. Jumlah pelari mencapai 14.100 orang, tahun  sebelumnya hanya 13.600 peserta. Sedangkan, rata-rata pengeluaran peserta naik dari Rp 12,5  juta menjadi Rp 16,3 juta per orang.

Kontribusi terbesar datang dari peserta mancanegara/WNA. Rata-rata pengeluaran mereka  mencapai Rp40,1 juta per orang, naik dari Rp27,7 juta pada 2025, dengan rata-rata durasi  tinggal hingga sembilan hari di Bali. Sementara itu, durasi tinggal peserta domestik/WNI di Bali rata-rata tiga hingga empat hari.

Selain dampak langsung, studi ini juga mengukur efek tidak langsung atau multiplier effect yang menyentuh angka Rp303,5 miliar, naik 34,6% dari Rp225,5 miliar pada Maybank Marathon  2025.

Adapun, peningkatan jumlah peserta Maybank Marathon 2026 juga turut menggerakkan  usaha lokal yang meraup keuntungan dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026. Studi  mencatat omzet pelaku usaha di Bali rata-rata melonjak 35% dibandingkan biasanya, seiring  dengan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 32% selama acara berlangsung. Kenaikan  jumlah pelanggan tertinggi terjadi di sektor perhotelan sebesar 64%, diikuti oleh  restoran/kuliner 41%, transportasi 34%, dan jasa wisata 10%. Selain itu, jumlah karyawan pada

pelaku usaha yang disurvei rata rata meningkat sebesar 18% selama penyelenggaraan  Maybank Marathon 2026.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menuturkan, tren pertumbuhan  dampak ekonomi tersebut menunjukkan Maybank Marathon telah berkembang melampaui  ajang olahraga. Menurut Steffano, pengukuran dampak dilakukan untuk memastikan  penyelenggaraan ajang memberikan nilai tambah yang nyata untuk Bali dan masyarakat  setempat. “Temuan ini memperkuat komitmen jangka panjang Maybank Indonesia dalam  mewujudkan misi Humanising Financial Services. Melalui pengembangan sport tourism yang  berkelanjutan, kami ingin Maybank Marathon tumbuh bersama ekosistem ekonomi daerah,  memberdayakan komunitas dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,”  tegas Steffano.

Dampak ekonomi penyelenggaraan Maybank Marathon juga tidak terlepas dari aktivitas  pariwisata di Bali. Studi menunjukkan bahwa aktivitas wisata yang dinilai pelaku usaha paling banyak mendorong peningkatan pendapatan adalah wisata kuliner sebesar 56%, diikuti  wisata budaya 50% dan wisata belanja 49,3%. Data ini menunjukkan keterkaitan aktivitas  pariwisata dengan perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku usaha dan UMKM lokal.

Project Director Maybank Marathon 2026 Bambang Irawan menyatakan, pertumbuhan  dampak ekonomi seiring dengan upaya menjaga kualitas penyelenggaraan ajang  berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics. “Kepercayaan pelari dibangun melalui konsistensi standar penyelenggaraan mulai dari keselamatan, kenyamanan rute, hingga  kelancaran manajemen event. Standar tersebut akan terus kami tingkatkan agar Maybank  Marathon terus memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus dampak positif yang  semakin luas dirasakan bagi Bali sebagai tuan rumah,” tutup Bambang.  (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?