BULELENG, kanalbali.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat merespons isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bali Utara.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dengan tegas telah menginstruksikan seluruh jajaran dinas terkait untuk segera turun langsung ke lapangan guna memantau ketersediaan stok serta memastikan kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat Buleleng tetap terpenuhi
“Saya sudah instruksikan jajaran dinas terkait untuk mengawal langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak Pertamina serta Depo Manggis,” tegasnya.
Selain langkah pengawasan distribusi, Sutjidra juga menjalankan langkah taktis guna menghemat penggunaan BBM di tingkat pemerintahan, salah satunya dengan menerapkan skema Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Buleleng secara terukur.
“Sejalan dengan arahan Gubernur Bali, skema WFH ini akan mengurangi mobilisasi jajaran ASN, sehingga sudah barang tentu konsumsi BBM di Buleleng bisa ditekan,” imbuh Sutjidra.
Sesuai instruksi Bupati Sutjidra, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DagperinkopUKM) Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menyatakan telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU sejak pertengahan bulan ini. Pemantauan rutin pihaknya lakukan karena adanya informasi kelangkaan, pun tidak dipungkiri memang terjadi antrean.
“Kami sudah terusberkoordinasi sejak awal. Bapak Bupati menginginkan tidak ada atau minim antrean BBM di Buleleng.” ujar Dewa Made Sudiarta.
Dewa Sudiartha menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan bukanlah keterbatasan pasokan atau kekosongan stok nasional, melainkan adanya hambatan logistik pada armada pengangkut BBM. Berdasarkan penjelasan resmi dari Pertamina, stok BBM sebenarnya sangat aman. Kendalanya hanya pada proses transportasi, yakni keterlambatan kapal pengangkut yang bersandar di Depo Manggis.
“Dampak keterlambatan ini dirasakan di seluruh wilayah Bali, bukan hanya di Buleleng,” imbuh Sudiarta.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak Pertamina telah melakukan langkah percepatan distribusi secara bertahap ke seluruh SPBU di Bali Utara, sehingga pasokan pasokan BBM dipastikan kembali normal. Pun turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), mengingat pasokan BBM terus digelontorkan secara berkala ke seluruh SPBU di Kabupaten Buleleng. (kanalbali/RLS)


