Saat Gawat Darurat, BPBD Bali Tetap Jalankan Prokes

Petugas BPBD Bali menggunakan alat pelindung diri guna mencegah penularan COVID-19. (kanalbali/BPBD Bali)
Petugas BPBD Bali menggunakan alat pelindung diri guna mencegah penularan COVID-19. (kanalbali/BPBD Bali)

Ancaman bencana alam diperkirakan akan semakin meningkat memasuki musim penghujan. Di tengah pandemi COVID 19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali memastikan protokol kesehatan tetap akan diterapkan secara ketat dalam situasi sedarurat apapun.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Selasa (6/10) menjelaskan, seluruh staf BPBD harus memastikan kondisi mereka dalam keadaan sehat sebelum berangkat bertugas. “Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan, disarankan untuk tidak masuk kerja dan menyampaikan izin serta langsung memeriksakan diri fasilitas layanan kesehatan,” kata Rentin.

Pola hidup bersih dan sehat, juga tak henti-hentinya ia sampaikan kepada seluruh anggotanya agar bisa terhindar dari penyebaran COVID-19. Sementara selama di kantor pun, jaga jarak selalu diterapkan untuk keamanan satu dengan yang lainnya.

Bagi petugas di lapangan, kata Rentij, prosedur yang lebih ketat akan diterapkan. “Apabila ditemukan keluhan demam, batuk, pilek, mereka tidak ditugaskan dan langsung diistirahatkan di rumah untuk kemudian memeriksa diri ke layanan kesehatan. Saat bertugas ke lapangan, juga diimbau untuk menggunakan baju kerja yang lengan panjang,” jelasnya.

Selain petugas, kendaraan yang digunakan ke lapangan juga dibersihkan secara berkala dengan desinfektan. Waktu kerja petugas lapangan kini juga dipangkas menjadi 8 jam sehari atau maksimal 12 jam dalam sehari.

“Dan saat aparat terpaksa harus melakukan kontak fisik dengan masyarakat, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Dan ketika pulang bertugas juga, langsung harus membersihkan diri dengan mandi dan berganti pakaian kerja sebelum bersentuhan dengan keluarga,” kata Rentin.

Prosedur di atas, lanjut Rentin, akan berbeda jika ada petugas dari BPBD Bali diminta untuk melakukan evakuasi terhadap warga ditemukan sakit bergejala COVID-19. Pihaknya sudah menyediakan APD lengkap agar petugas yang turun ke lapangan bisa terhindar dari COVID-19.

“Semua sudah ada prosedur agar penerapan protokol kesehatan tetap berjalan. Tujuannya kan untuk memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat, makanya kondisi petugas harus dalam keadaan baik,” tuturnya. (kanalbali/erv)