Bantah Lakukan Kekerasan, Benny K Harman Akan Laporkan Manager Restoran di Labuan Bajo Soal Berita Hoaks

Politisi Parta Demokrat Benny K Harman - IST

JAKARTA, kanalbali.id –  Politisi Parta Demokrat Benny K Harman mengaku perlakukan tidak menyenangkan dari karyawan sebuah restoran di Labuan Bajo. NTT. Wakil Ketua Umum yang juga anggota DPR RI Komisi III mengaku kerap diusir oleh karyawan restoran, kok bisa?

Dijelaskan dalam penjelasan tertulis politisi yang akrab disapa BKH itu, ia diusir karena tempat yang di duduki sudah di reservasi pihak lain. ” Saya tidak tahu kenapa, setelah duduk 15 menit dan memesan makanan tiba-tiba usir. Alasannya tempat itu sudah ada reservasi pihak lain,padahal makanannya sudah datang,” tegas Benny kepada wartawan saat di konfirmasi.

Anggota DPR dapil NTT itu menduga pengusiranya lantaran dirinya memakai celana pendek dan kaos oblong. Bilamana itu terjadi snagat disayangkan olehnya. “Kami langsung duduk dan pesan makan. Setelah 15 menit duduk menunggu, kami pesan ikan gurami, ayam bakar, l dan juga minuman yang ditawarkan. Petugas restoran mencatat apa yang kami pesan dan diberitau kepada kami harus menunggu dan akan segera dilayani,”papar Benny.

” Anehnya, sekitar 15 menit kemudian, tanpa ada basa basi kami diberitau untuk segera meninggalkan ruangan karena ruangan terpakai dan sudah direservasi. Kami dipersilahkan keluar. Saya tanya mengapa kami disuruh keluar, apakah kami tidak diperkenankan makan di ruangan yang ber-Ac,” kata Benny saat itu menanyakan kepada karyawan restoran.

Saat itu dirinya hanya memakakai celana pendek dan bajo kaos, dan kondisi lagi lusuh karena baru dari kerja kebun. “Bilamana pengusiran karena melihat kondisi saya, tentunya saya sangat menyangkan sekali,” jelasnya..

Benny menjelaskan kronologis bisa singgah di restoran itu. Kejadianya, Selasa 24 Mei 2022 ketika dirinya makan bersama istri, anak saudara makan di restoran Mai Cenggo pada pukuk 12.30 WIT. Setelah masuk restoran langsung diarahkan ke lantai bawah di dalam ruangan VIP Ber-Ac.

“Kami sendiri memilih tempat meja dari sekian meja yang ada, dan kami duduk dan tidak ada tulisan atau pemberitahuan apapun dari pihak resto bahwa meja yg kami duduk sudah dibooked/reservasi,” katanya.

BACA JUGA: 

Di Muscab NTT, BKH Bawa Pesan SBY dari Lagu Bryan Adams ” Everything I Do. I Do It for You”

Kronologi Kasus versi BKH

Setelah duduk, dirinya langsung memesan makaanan seperti pesan ikan gurami, ayam bakar, dan lain-lain dan juga minuman yang ditawarkan. Lanjur, petugas restoran mencatat apa yang kami pesan dan diberitau kepada kami harus menunggu dan akan segera dilayani.

Setelah beberapa menit kemudian tanpa ada basa basi kami diberitau untuk segera meninggalkan ruangan karena ruangan terpakai/sudah direservasi. ” Saya dipersilahkan keluar. Saya tanya mengapa kami disuruh keluar, apakah kami tidak diperkenankan makan di ruangan yng ber-Ac. Memang saya pakai celana pendek dn bajo kaos, lagi lusuh karena baru dari kerja kebun,” tuturnya lagi.

Atas perlakuan tidak wajar, ia juga berharap bertemu dengan Manager Resto atau pemilik resto untuk mengkonfirmasikan sebenarnya yang terjadi. “Saya beritau karyawan yang melayani untuk beritahu manager atau pemilik bahwa kami ingin bertemu agar tidak terjadi salah paham,” katanya.

“Karena lama menunggu, kami datangi lagi pihak front desk dan meminta agar kami bisa bertemu dengan pihak manager atau pemilik. Di front desk itu kami menerima informasi bahwa tamu barusan reservasi per telepon setekag kami sekeluarga datang ke tempat itu. Sehingga kami makin merasa bahwa kami diperlakukan semena-mena,” tegasnya.

Saat bertemu Benny meluapkaj kekecewaanya atas perlakuan yang sangat tidak manusiawi. “Kami menyampaikan bahwa kami telah diperlakukan dengan cara yang biadab alias tidak beradab atas diri saya. Ini kan daerah destinasi pariwisata super premium. Kalo kami diperlakukan begini, apalagi rakyat kecil. Kami mohon penjelasan apa sebenarnya yg terjadi dan alasan apa kami diusir dari ruangan itu,”kata Benny.

Padahal, dijelaskan Benny hanya ingin bertemu pihak manajer keinginan tahunya kenapa diperlakukan tidak wajar. ” Lagi-lagi dari Ibu yang lagi duduk kami diberitahu bahwa managernya lagi ada di Denpasar/Bali. Saya tanya kepada karyawan, siapa yang suruh kamu mengekuarkan kami dari ruangan dan alasan apa, yang bersangkutan tidak jawab,”jelasnya.

Atas kejadian iru Benny hanya berharap pihak restoran memperlakukan yang sopan. Karena bilamana dirinya diperlakukan seperti itu, bagaimana dengan rakyat kecil. Apalagi itu restoran berada di lokasi pariwisata siapa pun bisa datang. ” Saya mengingatkan agar perlakuan terhadap pengunjung harus sopan dan santun. Saya juga meminta Ibu yang duduk di ruangan agar memberikan perlakuan yang wajar kepada setiap tamu yg datang,”jelasnya.

“Apa yang saya sampaikan ini adalah peringatan kepada semua pemilik resto agar bersikaplah santun selalu kepada semua pengunjung karena Labuan Bajo telah menjadi destinasi pariwisata super premium.

Yang paling membuat dirinya aneh, bahwa dirinya di informasikan telah dinaporkan kepihak polisi. “Bahwa hari ini saya dengar khabar bahwa saya dilaporkan oleh Manager restoran  dengan tuduhan melakukan kekerasan,”katanya.

Karena itu Benny membantah adanya kekerasan. “Dia berbohong dan menyebarkan berita bohong kepada masyarakat bahwa saya melakukan kekerasan berkali-kalo/menampar tiga kali terhadap karyawan Resto.  Kekerasan apa yg saya lakukan? Bukankah mereka yang sebenarnya telah melakukan kekerasan perlakuan terhadap kami,” katanya kembali.

Atas kejadian itu pula Benny akan melaporkan mengajukan laporan polisi atas perbuatan tidak menyenangkan yang kami terima dan juga melaporkan ke polisi pencemaran nama baik, hoaks, dan menyebarkan informasi sesat kepada publik. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.