NUSA DUA, kanalbali.id – Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik.
Direktur Telkom Dian Siswarini mengatakan, i kini platform digital menjadi lebih cerdas, lebih terdistribusi, dan lebih tertanam dalam perekonomian.
Dalam setiap platform digital, ada sesuatu yang mendasar yang memungkinkan semua itu, yaitu konektivitas.
Konektivitas kini bukan lagi sekadar infrastruktur yang membawa informasi, tapi juga menjadi fondasi tempat ekonomi digital masa depan akan dibangun.
Menurut Dian, Telkom Group melihat perubahan itu bagaimana mengatasinya. Yang juga sangat penting, adalah bagaimana fase pertumbuhan digital selanjutnya harus dibangun bersama sehingga menyatukan ekosistem untuk mendorong kemajuan diusung menjadi tema BATIC ke-11 tahun ini.
Dia melihat kolaborasi menjadi fondasi utama dalam menangkap peluang dan membangun masa depan ekonomi digital yang semakin terhubung.
Telkom terus memperluas infrastruktur dan mengembangkan pertumbuhan platform digital yang dapat menghubungkan Indonesia dengan seluruh dunia, dan platform yang menghubungkan peluang digital global ke Indonesia.
Melihat permintaan yang terus meningkat, membangun dan mengoperasikan infrastruktur digital saat ini bukan hanya tentang menghubungkan titik ke titik. “Kita juga perlu menghubungkan kemampuan dari setiap infrastruktur ini bersama-sama,” papar Dian.
“Ketika kemampuan beroperasi sebagai satu ekosistem terintegrasi, infrastruktur menjadi lebih dari sekadar kapasitas. Ia menjadi platform pertumbuhan digital,” tandas Dian.
Dian juga mengatakan terus melakukan transformasi melalui TLKM 30 agar Telkom Group menjadi lebih teliti, gesit, dan juga berfokus pada pelanggan.
Di dalamnya termasuk perampingan agar lebih fokus pada area yang dapat menciptakan nilai terbesar dan memaksimalkan potensi infrastruktur strategis, mulai dari fiber, tower, pusat data dan juga kabel laut yang merupakan konektivitas internasional.
Dian menegaskan siap bekerja sama dengan semua, baik sebagai mitra, penghubung, dan penggerak ekosistem. “Karena masa depan konektivitas tidak akan dibangun oleh satu perusahaan, satu industri, atau satu negara. Masa depan itu akan dibangun bersama,” tutup Dian. (kanalbali/IST)


