Bermula dari Monkey Forest, Ubud Berharap Bangkit

Petugas bersiaga dengan menggunakan masker - IST

UBUD – Setelah berbulan-bulan tutup lantaran pandemi COVID-19, obyek wisata Monkey Forest akhirnya kembali dibuka Kamis, (05/11).

“Ini adalah hari baik, dengan dibukanya kembali, kita berharap pariwisata Bali kembali pulih, kita harap artshop, restoran serta objek lainnya ikut terangkat,” ucap Wakil Gubenur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan sambutan dalam gelaran Re-opening Monkey Forest Ubud.

Sejak dibuka hari ini, monkey forest nampak ketat menjalankan protokol kesehatan. Di pintu masuk telah tersedia tempat cuci tangan, serta hand sanitizer. Lalu saat mulai memasuki areal, petugas telah bersiap untuk mengecek suhu tubuh para wisatawan. Tempat ini juga telah mendapat  sertifikasi  untuk beroperasi di tengah pandemi COVID-19.

Pengunj

Beberapa pengunjung domestik dan manca negara pun mulai berdatangan memadati kawasan hutan nan asri ini dan seluruhnya wajib menggunakan masker. Cok Ace berujar, untuk membangkitkan ekonomi, tidak bisa menunggu dan geliat pariwisata harus dibangun. “Angka kesembuhan COVID-19 Bali sudah berada di angka 91 persen,’ tegasnya.

” Sejak Bali dibuka untuk pariwisata domestik pada tanggal 9 Juli dan pasar domestik 31 Juli bulan Agustus sampai September belum ada perubahan secara signifikan,” paparnya.
“Sejak libur cuti bersama Oktober kemarin peningkatan wisatawan melonjak luar biasa, bukan gara-gara long wekeend tetapi agaknya wisatawan sudah tertarik datang ke Bali,” ujarnya. Namun dia menekankan, perlunya disiplin protokol kesehatan agar situasi tidak memburuk kembali.
Kegiatan Re-opening ini terselenggara atas dukungan dari Desa Pekraman Padangtegal, PHRI Gianyar, Ubud Homestay Association dan Yayasan Bina Wisata Ubud serta stakeholder lainnya. (KNB)