Bocoran Debat Pilgub Bali: Masalah Macet dan WNA Nakal

DENPASAR, kanalbali.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, untuk tema debat di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 tentunya soal permasalahan yang terjadi di Pulau Bali.

Sementara, salah satu topiknya di debat Pilgub Bali tentu soal tranportasi atau kemacetan yang memang terjadi di Bali dan juga soal Warga Negara Asing (WNA) nakal yang bekerja secara ilegal dan membuat keributan yang kerap menjadi sorotan masyarakat Bali.

“Iya pasti, salah satunya (kemacetan dan WNA nakal) kan itu isu yang ada di daerah. Itu fungsinya orang berdebat untuk menyelesaikan permasalahan. Maka, dari itu saya kan sudah bilang, saya ingin debatnya betul-betul konsen,” kata dia, saat ditemui di Denpasar, Bali, Selasa (4/6).

Ia menerangkan, bukan hanya soal kemacetan dan WNA nakal saja yang akan menjadi debat di Pilgub Bali, seluruh permasalahan yang terjadi di Bali akan dimasukkan untuk menjadi sub tema di debat nanti. Tentunya soal pertanian, ekonomi, tranportasi, pariwisata, ketahanan pangan, serta lainnya dan itu nantinya akan disusun oleh para pakar akademisi atau panelis.

“Semua (masalah di Bali). Itu kan merupakan salah satu pendelegasian wewenang kepada pusat. Semua akan kita bahas. Nanti kalau mungkin kita bisa tiga kali debatnya, karena kita anggarkan tiga kali debat. Nanti, kita bahas macam-macam, ekonomi di awal, ketahanan pangan, kemudian selanjutnya adalah keamanan, kan bisa,” jelasnya.

“(Kalau tema debat) belum (ditentukan). Kita belum ketemu pakarnya. Kalau saya bikin tema nanti salah. Nanti kan juga ada PKPU tentang kampanye. Nanti di situ mungkin ada guideline dari KPU RI. Apa saja yang dibahas,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa soal tema debat tidak bisa dilihat satu sisi saja. Karena, permasalah di Pulau Dewata ada banyak hal, termasuk pertanian, trasportasi bukan hanya di pariwisata saja. Namun, tema untuk tema debat di kabupaten dan kota itu juga menyesuaikan soal kondisi permasalahan di daerahnya masing-masing dan itu bisa ditentukan oleh KPU di kabupaten dan kota di Bali.

“Karena problem Bali ini, kan kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja pariwisata. Kan bisa jadi dari pertanian termasuk dari masyarakat soal transportasi itu bisa. Seperti misalkan semberautnya (kemacetan) yang sampai ke bandara itu juga perlu dibahas,” ujarnya.

“Tapi itu nanti, kita akan bentuk tim panelis untuk debat itu. Tentu akan berasal dari segala macam bidang ilmu dan nanti di sana baru dibuatkan segala macam deadline soal bidang-bidang apa saja. Jadi, nanti bukan hanya masyarakat tranportasi, masyarakat pariwisata juga bisa mengajukan apapun dan nanti kita akan bahas itu dalam bentuk diskusi tim panelis,” ujarnya.

Selain itu, untuk tim panelis yang menyusun debat di Pilgub Bali akan dibuat rambu-rambunya agar tidak bisa memihak salah satu calon gubernur dan wakil gubernur.

“Panelis yang harus kita tentukan, itu yang harus dibuat sekarang rambu-rambunya. Jadi, jangan sampai ada yang memihak dan jangan sampai yang mungkin di Partai A, misalnya dipakai sekarang, kita coba untuk mencari dan kita sedang susun siapa-siapa saja panelisnya,” ujarnya. (kanalbali/RLs)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.