DENPASAR, kanalbali.id – Wahana edukasi, Podcast Case Closed yang digawangi pengacara Nyoman ‘Ponglik’ Sudiantara sudah menginjak usia 1 tahun. Pada edisi ke-50 yang menjadi edisi spesial ulang tahun, kanal ini menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Ponglik mengungkap,di usia 24 tahun, Menteri yang akrab disapa Bintang Puspayoga itu I Gusti Ayu Bintang Darmawati sudah mengharumkan nama Bali. Mewakili Pulau Dewata di ajang pertama Puteri Indonesia 1992, ia berhasil meraih Juara Harapan 2.
BACA JUGA: Menyusuri Dunia Kanak-kanak dalam Lukisan Budi Asih
Bintang bersanding dengan Indira Paramarini Sudiro (DKI Jakarta), Naomi Srikandi (DI Yogyakarta), Veria Syanusi (Lampung), dan Pungky Sukmawati (Jawa Timur).
27 tahun kemudian, tepatnya, 23 Oktober 2019, Bintang kembali ke Ibu Kota Jakarta, tetapi bukan sebagai finalis Puteri Indonesia, melainkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju. Bintang menjadi wanita Bali pertama yang menyandang status menteri.
Sebelum jadi menteri sesungguhnya, 5 tahun Bintang berstatus Ibu Menteri mendampingi sang suami, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang menjabat sebagai Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Indonesia (2014-2019).

Sisi lain kehidupan Menteri kelahiran 24 November 1968 adalah prestasinya di olahraga tenis meja lantaran menjuarai Kejuaraan Tenis Meja PB Perwosi pada Oktober 2010 di GOR Sumantri Brojonegoro.
Bintang Puspayoga mengaku, kini mempunyai tanggung jawab yang lebih besar.
“Menjadi ibu Menteri dan Menteri adalah dua hal yang sangat berbeda. Kalau dulu mungkin dari sisi beban secara psikis tidak ada, sekarang kan menjadi leader langsung, mengambil kebijakan, kemudian kita bawa ke mana institusi ini, itu yang memang agak berat sedikit,” lanjutnya.
Bintang Puspayoga juga membeberkan kiat berbagi waktu dalam mengemban amanah negara dan menunaikan tugas sebagai wanita Bali.
Menurutnya untuk menyelesaikan semua itu hanya memerlukan satu kata kunci, yaitu manajemen waktu.
“Kalau bicara soal pelestarian adat, budaya dan agama, walaupun saya jauh, sekarang pun walaupun saya di Jakarta, semisal yang namanya Tumpek Wariga saya buat banten sendiri. Kalau datangnya malam ya malam majejaitan, orang di rumah saya, ajudan, itu sudah pintar membuat canang dan sebagainya,” kata Bintang Puspayoga.
“Setiap permasalahan perempuan dan anak pasti masyarakat nanya KemenPPPA ke mana, ini mulai saya nikmati. Contoh pandemi, di balik musibah ada hikmah, akhirnya saya bisa memetakan perempuan anak. Kami bisa kumpulkan seluruh kepala desa perempuan untuk gali permasalahan perempuan dan anak di tingkat akar rumput,” kata Bintang Darmawati.

Kepada Ponglik, Bintang menuturkan bahwa saat ini forum-forum anak di tiap daerah di Indonesia menjadi kekuatan KemenPPPA untuk menjawab pemenuhan kebutuhan anak seperti hak untuk hidup, tumbuh berkembang, mendapat perlindungan dan partisipasi.
Terkait Podcast Case Closed, Ponglik Sudiantara mengatakan diskusi dalam program Case Closed pada kanal YouTube yang dikomandoinya diharapkan dapat menjadi solusi untuk Pemerintah Kota/Kabupaten maupun Pemprov Bali bahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kalau itu adalah kritikan dan memberikan solusi jalan keluar, bila memang betul-betul positif berdasarkan kajian nanti kita akan serahkan kepada pemerintah sebagai masukan,” katanya diwawancarai seusai HUT ke-1 Case Closed di Get Up Denpasar, Minggu, 27 November 2022 malam.
Dalam perayaan 1 tahun kanal Case Closed atau yang berarti ‘Kasus Ditutup’ itu berjalan, Ponglik menyampaikan bahwa rencana menyalurkan hasil kajian dari pembahasan bersama narasumbernya menjadi arah ke depan program itu.
“Selama ini belum pernah (mengajukan kajian ke pemerintah, red) karena apa yang kita bahas masih ada sisi debatnya, belum jelas, nanti kalau saatnya pasti kita sampaikan ke pemerintah, entah itu Kabupaten/Kota atau Provinsi Bali,” ujarnya sembari menegaskan Case Closed mengusung tagline “Kebenaran Pasti Temukan Jalan”.
Tim yang terlibat dalam setiap episodenya Case Closed melibatkan tim yang solid, antara lain sutradara kawakan Erick Ebert Sabungan Tambunan alias Erick EST, Chaerul Juliandri Adjam owner Berangkat Studio, I Gede Agus Weda “Jagir” Wiguna, Dewa Ketut Sidan Arie Gunadi, Gek Bintang Wiattika, Andreas Elfa Rezi Villado, dan I Kadek Surya Kencana. (kanabali/RLS)



Be the first to comment