Dana Ziswaf Dioptimalkan, 5 Orang Anak di Bali Bisa Lanjutkan Sekolah 

Abim Noval Frizzy penerima santunan dana pendidikan dari Dompet Dhuafa Bali/IST

DENPASAR- 5 orang anak di Pulau Dewata akhirnya bisa kembali mengenyam pendidikan dibangku sekolah berkat dana Zakat yang dihimpun oleh Dompet Dhuafa Bali melalui PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Bali Fadly Hassan mengatakan dari lima orang anak tersebut, dua orang merupakan anak yatim dan sisanya fakir miskin. Mereka terancam putus sekolah karena keterbatasan biaya yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“Keluarga dari anak-anak ini terdampak pandemi, kebanyakan orang tua mereka pedagang kecil yang berjualan di kawasan pariwisata, sehingga kami berikan santunan agar bisa terus bersekolah,” tuturnya saat dihubungi, Selasa, (10/8/2021).

Ia menuturkan salah satu anak yang mendapatkan bantuan biaya pendidikan yakni Abim Noval Frizzy yang mempunyai mimpi menjadi seorang ulama dan berdakwah di pelosok Bali.

Abim merupakan anak kedua dari tiga orang bersaudara, Ibunya seorang Ibu Rumah Tangga dan Ayahnya bekerja sebagai Freelance Money Changer. Akibat pandemi, pendapatan ekonomi keluarga Abim menurun drastis karena pekerjaan sang Ayah berkaitan erat dengan sektor pariwisata yang terdampak Covid-19.

Seakan tidak mau menyerah dengan keadaan, Abim memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikan disalah satu Perguruan Tinggi di Bogor pada jurusan Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir.

“Tekad dan semangat Abim ini yang membuat kami memutuskan untuk membantu Abim menggapai mimpinya dengan dana Zakat dan Infak,” jelasnya.

Selain memberi santunan untuk dana pendidikan kelima orang anak tersebut, dana yang dihimpun Dompet Dhuafa melalui BSI juga menggratiskan pendidikan belajar Al-Qur’an di Taman Belajar Al-Qur’an Bali untuk anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi.

Meski keberadaan Dompet Dhuafa tergolong baru di Bali, yakni hadir sekitar lima bulan yang lalu. Namun dari segi dana yang dihimpun telah mencapai Rp500 juta pada awal Agustus 2021. Dana tersebut diberikan oleh 600 orang donatur dan 90 persennya disalurkan melalui BSI Mobile.

Fadly mengakui adanya kerjasama antara Dompet Dhuafa dan BSI mampu mengoptimalkan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) khususnya untuk Pulau Bali. Karena saat ini masyarakat bebas memilih berbagai fitur yang ditawarkan BSI dalam melaksanakan kewajibannya sebagai Umat Muslim dengan Ziswaf.

Ia mencontohkan, BSI menawarkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dapat digunakan oleh seluruh akun perbankan tanpa harus terpotong biaya administrasi. Hal ini akan mendorong keinginan masyarakat untuk terus berbagi walaupun memiliki dana yang minim.

“Sebagai contoh, kemarin ada yang mau bersedekah dengan nominal Rp6.500 tanpa harus ada potongan administrasi. Kami senang ada umat yang tetap berbagi di tengah kesulitan ekonomi seperti saat ini,” tambahnya.

Kemudahan yang ditawarkan oleh BSI ini, sambung Fadly, diyakini akan dapat mengoptimalkan dana Ziswaf di Bali khususnya setelah pandemi Covid-19 berlalu dan ekonomi di Pulau ini kembali pulih.

“Saya memiliki keyakinan bahwa kedepannya dana Ziswaf akan semakin banyak dapat dihimpun melalui kerjasama dengan BSI, apalagi setelah pariwisata dan ekonomi Bali pulih kembali,” jelas Fadly penuh yakin.

Secara terpisah, Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan potensi Ziswaf di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp300 triliun. Apabila dimobilisasi dengan baik maka dapat menjadi salah satu sumber dana pembiayaan umat sekaligus untuk pembangunan, baik dari sisi penyaluran beasiswa pendidikan, membangun community development, dana corporate social responsibility (CSR) dan hal bermanfaat lainnya.

“Potensi besar ini harus bisa digarap, dalam hal ini BSI juga memainkan hal penting dalam pengelolaan Ziswaf yang reliable dan transparan,” jelasnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat, (30/7/2021).

Hery mengungkapkan bahwa sebagai bagian penting dari ekosistem Zakat, BSI mempunyai peranan penting dalam mengelola Ziswaf. Sehingga BSI juga bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mempercepat pertumbuhan dalam hal pengumpulan dan penyaluran Ziswaf nasional. Kerjasama yang telah berjalan sejauh ini adalah penggunaan kartu Co-Brand Tap Cash IB Hasanah, pembinaan manajemen mitra penghimpunan Baznas, dan terciptanya kemudahan akses informasi data zakat antara kedua institusi.

“Melalui kerjasama antara organisasi pengelola zakat, pemerintah, hingga asosiasi diharapkan BSI dapat memposisikan diri sebagai mitra transaksi,” tuturnya.

Lebih lanjut, BSI dapat menjadi pilihan masyarakat dalam menyalurkan Ziswaf secara instan melalui layanan pada platform BSI Mobile. Tercatat pada Maret 2021, dana Ziswaf yang terkumpul melalui BSI mobile senilai Rp3,26 miliar dari 99 ribu donatur dengan jumlah transaksi sebanyak 303.000.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) adalah bank hasil penggabungan dari tiga bank Syariah milik BUMN. Pertama PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk.  BSI mulai  beroperasi pada 1 Februari 2021. Penggabungan ini menyatukan kekuatan ketiga bank syariah tersebut dengan tujuan untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia. (kanalbali/LSU)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.