Debat Publik Kedua Digelar, KPU Harapkan Jadi Acuan untuk Memilih Kandidat

SINGARAJA, kanalbali.id  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng menggelar debat publik kedua. Debat Pilkada Buleleng itu berlangsung di Hotel Banyualit, Lovina, pada Selasa (13/11/2024).

Debat itu diharapkan menjadi acuan bagi pemilih di Buleleng. Sehingga mereka dapat memilih kandidat terbaik setelah menyaksikan debat.

Agenda debat publik itu berlangsung pada pukul 19.00 hingga pukul 21.00 malam. Adapun agenda yang diusung adalah “Menyelesaikan Permasalahan Buleleng, untuk Buleleng Maju dan Berkelanjutan”. Agenda debat publik juga disiarkan secara langsung di TVRI.

Dalam debat itu, pasangan calon nomor urut 1, Nyoman Sugawa Korry dan Gede Suardana menawarkan sejumlah ide.

Pasangan itu menawarkan program pembangunan bandara Bali Utara, meningkatkan fungsi pelabuhan Celukan Bawang dan Sangsit, menambah bus kelas menengah untuk angkutan antar kota dan antar kecamatan, serta penyiapan dermaga untuk penunjang pariwisata.

Selain itu, pasangan Sugawa-Suardana juga akan memperkuat peningkatan ekonomi dengan memperjuangkan hak pajak atas eksplorasi minyak dan gas (migas) lepas pantai di Blok Agung 1, yang terletak di utara Pulau Bali.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2, Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna lebih banyak menekankan aspek penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pasangan Sutjidra-Suardana mengatakan, cukup banyak konten negatif yang dikonsumsi masyarakat di era digital. Ditambah lagi peredaran narkoba yang masif hingga ke desa-desa.

Belum lagi pengaruh budaya luar, yang akhirnya menyebabkan budaya Bali dieksploitasi untuk pariwisata. Hal itu praktis berdampak pada menurunnya kualitas dan orisinalitas budaya Bali.

Usai debat, Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengungkapkan, pihaknya menyiapkan tiga kali agenda debat.

Debat putaran pertama telah berlangsung pada Rabu (23/10/2024). Sementara putaran kedua berlangsung pada Selasa (12/11/2024).

Selanjutnya debat putaran ketiga diagendakan berlangsung pada Rabu (20/11/2024) pekan depan.

Dudhi berharap, debat publik dapat memberi gambaran pada pemilih di Buleleng untuk menentukan calon yang mereka pilih.

“Tentu saja harapan kami, masyarakat dapat menentukan pilihan terhadap calon yang mereka inginkan saat hari pemungutan suara pada tanggal 27 November nanti,” ungkap Dudhi. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.