Goresan Cat Air Memotret Realitas Kehidupan

DENPASAR, kanalbali.com — Goresan cat air yang tertuang di atas kertas menyiratkan sebuah pesan dan ekspresi dari sosok Nur Ilham perupa asal Bali yang saat ini tengah menjalani pameran bersama Made Mahendra Mangku di Gallery Santrian, Sanur.

Mulai dari sepatu rusak, mayar burung hingga boneka bekas ia lukis secara detail dan menjadikan sebagai objek yang bernilai tinggi. Warna yang di dominasi cerah itu menambah kekuatan dari karakter objek yang ia gambarkan.

Dengan memadukan daya cipta dan karsa membuatnya tak pernah pupus untuk terus mengeksplorasi berbagai potensi seni lukis, hingga melampui batas-batas teknik dan media. Karya yang ia hadirkan memang tidak lepas dari keseharian. “Tidak ada benda mati! Kesulitannya adalah membuatnya menjadi indah,”katanya saat ditemui pada pembukaan pameran Menembus Rasa. Jumat (8/11/2019).

Pelukis yang setia mengeksplorasi aspek formal dalam estetika seni abstrak (non representasional) ini, telah mencoba bereksplorasi pada berbagai media seni lukis. “Sebelum cat air, sektiar 20 tahun saya menekuni seni lukis menggunakan cat akrilik namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan seperti halnya saat ini di cat air,”imbuhnya.

Nur Ilham bersama karyanya (kanalbali/GAN)

Baginya, cat air memberikan tantangan berbeda di saat berkarya. Karakter cat air yang transparan, dengan kertas yang langsung menyerap warna tercampur air, membuat proses berkarya penuh dengan spontanitas serta menjadikan setiap proses berkarya berpeluang menemui kegagalan. “Makanya, ketika melukis saya perlu penyelarasan antara ide atau pikiran, tangan dan rasa.

Secara visual, karya Nur Ilham memang selayaknya sebuah foto yang dipasang yang dilengkapi dengan bingkai sebagai pemanis. Karya yang ia pamerkan sebanyak 20 dan dipamerkan hingga akhir tahun 2019 nanti. “Total ada 40 karya bersama bli Made,”tutupnya. (kanalbali/GAN)