BULELENG, kanalbali.id – Para siswa SMP Negeri Satu Atap ll yang mengalami keracunan kini dirawat inap di sejumlah rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali. “Saat ini para pasien menjalani rawat inap dan belum diizinkan pulang,” kata Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, Minggu (5/6).
Ia menyebutkan, ada sebanyak 12 siswa saat ini dirawat di Rumah Sakit Giri Mas sebanyak 12 orang, dan 45 siswa dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, sebanyak 45 orang, dan 5 orang dirawat di Rumah Sakit Bali Med, Singaraja, Buleleng.
Para siswa diduga keracunan dari nasi bungkus yang dipesan Gede Eka Yasa di warung milik Ni Komang Cening dengan menu diantaranya berisi ayam goreng, ayam goreng kecap, mie hun, telur rebus sambal tomat, tum babi dan sayur kacang panjang.
Sementara, dalam peristiwa tersebut ada sebanyak 6 orang siswa yang dilakukan pemeriksaan, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri Satu Atap ll, berinisial KR, pemesan nasi GEY dan dan pemilik warung NKC.
BACA JUGA: Beralih ke TV Digital, Begini Cara Mendapatkan STB Gratis
“Ada enam siswa, kepsek, pemesan nasi dan saat ini olah TKP kembali dengan Dinas Kesehatan. Dan (pemeriksaan) pemilik warung rencananya hari ini. Untuk kondisi para siswa (yang dirawat) saat ini sudah membaik. Kasus ini, masih didalami Polsek Kubutambahan,” ujarnya.
Seperti yang diberitakan, sebanyak 161 siswa diduga keracunan akibat makanan yang disantap yang disediakan oleh pihak panitia saat melakukan kegiatan acara perpisahan kenaikan kelas dan pembagian raport siswa. di SMP Negeri Satu Atap ll, Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, pada Sabtu (4/6).
“Sebanyak 161 siswa mengalami gangguan kesehatan dan diduga keracunan akibat makanan yang disediakan panitia,” kata Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, Sabtu (4/6) malam.
Saat itu, setelah selesai kegiatan pihak panitia dari sekolah memberikan snack dan nasi bungkus kepada para siswa, setelah makan sekitar pukul.12.30 Wita para siswa pulang ke rumahnya masing-masing.
Namun, beberapa siswa setelah makan sekira pukul 13.00 Wita, ada yang mengalami gejala mual, sakit perut, muntah dan kepala pusing dan salah satu siswa tidak sadarkan diri. (kanalbali//KAD)



Be the first to comment