Terapi Pijat Bayi, Relaksasi Buat si Kecil di Masa Pandemi

Derap langkah kaki Aprionita Fatmawati menghentak penuh asa menuju sebuah rumah di Jalan Bambu Kuning Utama, Banjar Uma Buluh, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, pada Minggu (10/8/2020).

Sekira pukul 12.00 Wita di bawah terik sinar matahari ia turun dari motor dengan bekal perlengkapan alat – alat pemijat bayi, senyum lebar menyapa pelanggan dan bayinya yang sedang berceloteh manja di atas ranjang tempat tidurnya hangatnya.

Itak sapaan akrabnya adalah seorang wanita muda yang berprofesi sebagai pemijat bayi. Hampir 5  tahun, usaha dengan nama Byur Canda ini, ia tekuni. Motivasi perempuan berhijab lulusan jurusan kebidanan STIKES Bali tahun 2014 ini adalah karena kecintaannya terhadap anak-anak.

Sebelum mendirikan usaha ini di akhir tahun 2016 silam, Itak juga sempat mengabdi selama satu tahun di sebuah Yayasan Bayi Terlantar Metta Mama & Maggha Foundation, mengurus dan menjaga bayi-bayi terlantar di Bali serta di labratorium kesehatan.

Nama Byur Canda memiliki filosofi dari kata “Byur” nyebur di air dan “Canda” artinya penuh dengan kebahagiaan, sehingga Byur Canda memiliki arti menceburkan diri dalam kebahagiaan. Dengan teknik bercanda anak-anak tidak takut menjalani treatment dan bisa menerima energi positif sehingga bayi atau anak menjadi lebih sehat, relaks, karena energi positif masuk ke dalam alam bawah sadarnya.

Kala pandemi covid-19 menyeruak di Indonesia, khususnya di Provinsi Bali, jumlah permintaan pelanggan pijat bayi menurun drastis. Tak pelak, kondisi ini menggoncang kondisi perekonomian Itak. Untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, Itak harus memutar otak, dampak ini sangat ia rasakan.

Sebelum masa pandemi, dalam sehari, Itak bisa menerima pelanggan 5 hingga 7 bayi, namun saat wabah ini melanda dan memunculkan kekhawatiran dari para orang tua, secara otomatis pelanggan pun mengurungkan niatnya memijatkan bayi atau anaknya untuk menghindari risiko penularan covid-19, karena virus ini rentan menular melalui sentuhan dan jarak dekat. Dalam sepekan, Itak bisa hanya mendapatkan sekali saja orderan pijat bayi.

Jasa pijat bayi Itak pun sempat berhenti selama beberapa bulan akibat saking sepinya pelanggan. Dalam mengisi masa sepi di tengah pandemi. Sebagai alternatif, Itak sempat banting setir berjualan alat-alat kesehatan thermometer infrared hingga memproduksi hand sanitizer untuk dijual. Hand sanitizernya mampu laku sebanyak 250 botol. Itak begitu bersyukur, meskipun pendapatannya merosot tajam.

“Bisa dibilang penghasilan saya sebagai pemijat bayi turun drastis hanya seperempat dari penghasilan sebelum masa pandemi, tapi tetap saya jalani, karena wujud kecintaan saya kepada anak-anak, saya harus bangkit dan kembali membesarkan usaha yang telah saya rintis memberi kemanfaatan bagi bayi dan mom ini,” ujarnya.

Memasuki pertengahan bulan Juli 2020, Itak mencoba kembali membuka jasa layanan Baby Spa, segala protokol kesehatan covid-19 pun disiapkan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Seperti terlihat saat Itak memijat buah hatiy yang 2 hari lagi genap berusia 2 bulan buah hati dari pasangan suami istri Ahmad Firizqi Irwan dan Siti Salima ini.

Itak terlihat sangat berhati-hati, sebelum mendekati si jabang bayi, ia dengan telaten mengenakan alat pelindung diri (APD) satu per satu seperti masker, face shield dan mencuci tangannya, celemek untuk bayi juga selalu diganti, dalam sehari ia menyetok 4 buah celemek.

Itak memulai terapinya dengan menimbang bayi dengan sebuah alat timbangan dan bayi diberikan minum susu, lalu pijatan dimulai dari bayi berposisi terlentang, bayi dipijat bagian demi bagian tubuhnya secara lembut dan teknik khusus dengan ramuan minyak yang telah dibuat khusus untuk pijat bayi. Ia menuturkan, ramuan ini mengandung minyak zaitun, essential oil serta bahan khusus lainnya yang diperoleh dari pengajarnya, tentu bahan yang digunakan sesuai anjuran kesehatan. Ada ramuan minyak khusus untuk menangani bayi, semisal saat bayi batuk dan pilek, atau saat bayi perut kembung maupun kondisi lainnya.


Bayi yang dipijat Itak sempat rewel, ia kemudian berdiri menggendong dengan penuh kasih sayang, melanjutkan pemijatannya dengan posisi berdiri sambil menggendong bayi, Itak tampak begitu lihai dan paham cara menenangkan bayi yang rewel, bayi itu pun tenang kembali.

Itak juga melakukan pijat bayi dengan posisi berada dipangkuannya, selanjutnya, melakukan pijatan dengan posisi bayi tengkurap, bayi itu dipijat pada bagian punggungnya, terlihat sangat nyaman dan bahagia dengan alunan mainan yang tergelantung di atasnya, sorot mata bayi itu terlihat sumringah mendapatkan energi positif dari pijatan Itak.

Perempuan bershio Ayam ini menjelaskan, treatment yang ia berikan meliputi baby gym, baby massage, baby swim, massage bayi dan anak sakit, seperti bayi perut kembung, diare, konstipasi, hingga menangani bayi batuk pilek. Itak melayani anak usia 0 hari hingga 12 tahun, tak hanya bayi dan anak.

Ia sudah memiliki tiga sertifikat dari lembaga pelatihan terpercaya terkait kelayakan pijat bayi dan mom itu juga membuka layanan bagi orang tua, seperti ibu hamil dengan usia lebih dari 4 bulan, massage laktasi, massage full body dan lulur, facial produk Nuskin, hingga setrika wajah.

Untuk wilayah kerja, pelanggan Itak baik yang lama maupun pelanggan baru tersebar di wilayah Denpasar hingga Tabanan, selama ia mampu menjangkau maka akan dilayani. Selain membuka outlet di Jalan Resimuka Barat 1 No 26, Padang Sambian, Denpasar Barat, Itak juga melayani pelanggan dengan metode home care, seperti yang diterapkan Siti Salima ini dengan hanya reservasi di nomor 083114255902 atau Line di ID ita_byurcanda29315 dengan reservasi minimal satu hari sebelum treatment.

Perempuan asal Nusa Penida, Klungkung, Bali menjelaskan, banyak manfaat yang didapatkan dengan melakukan pijat bayi, seperti meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh hingga meningkatkan nafsu makan bayi dan tidak rewel. Sehingga treatment ini sangat cocok untuk diterapkan di tengah pandemic covid-19 ini.

Bagi perempuan kelahiran 12 April 1993 itu, dalam memijat bayi memiliki tantangan tersendiri, semisal menunggu mood bayi, disebabkan sifat bayi yang mudah bosan. Dalam sekali memijat bayi Itak menghabiskan waktu sekitar 15 menit hingga berjam-jam tergantung dari kondisi si jabang bayi. Oleh karena itu diperlukan membangun chemistry dengan bayi tersebut.

“Tantangannya kalau bayi rewel butuh waktu untuk adaptasi berjam-jam, harus didiamkan, diajak main, baru di massage, adaptasinya agak lama. Digendong gimana caranya biar nyaman. Bedanya dengan pijat tradisional, kemungkinan nangis masih di-massage, kalau saya, si bayi harus rileks menerima energi positif dari terapis,” ungkap.

Konsumen Byur Canda, Siti Salima (27) mengatakan, prenatal massage dan pijat bayi memang sudah menjadi kebutuhan demi menjaga kesehatan selama masa kehamilannya dan bayinya yang telah lahir, meskipun masa pandemic, dirinya yakin selama dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan maka bayi aman dari risiko penularan covid-19.

“Saya dari usia kehamilan sudah menjalani terapi sama Byur Canda sampai dengan usai melahirkan, bayi sempat batuk pilek, dipijat sama byur canda jadi tenang dan tidak rewel lagi. Selama pandemic saya merasa tertolong karena byur canda bisa ke rumah jadi saya dan bayi tidak perlu keluar rumah sehingga tidak repot,” kata dia.

Selama masa kehamilan anak pertamanya ini, Salima juga merasakan manfaat dari terapi massage ini, seperti mengurangi stress, merileksasikan otot, mengurangi depresi, meningkatkan kesehatan janin, peredaran darah lancer, kualitas tidur baik, mengurangi kolage, mengurangi kram dan mengurangi bengkak pada kaki.“Saya melahirkan normal dan sangat lancar, sangat nyaman pas melahirkan,” ujar dia.  (ADR)