KKN UGM Hadir di Karangasem Bali, Simak Program Unggulannya

Edukasi serta Demonstrasi Tong Crusher dan Galon Ajaib guna Mendukung Pengomposan Mandiri oleh KKN UGM di Karangasem - IST

Tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada ( KKN UGM ) kembali hadir di Kabupaten Karangasem, Bali tahun ini. Tepatnya di Desa Bebandem dan Sibetan, Kecamatan Bebandem.

“⁠Kegiatan sudah dimulai pada tanggal 20 Juni 2025 dan dilaksanakan sampai 8 Agustus 2025,” kata Vincentia Stefanny, Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN UGM di Desa Bebandem.

Menurut mahasiswa yang akrab disapa Fani itu, kelompok yang berada di Desa Bebandem diberi nama Arunika yang berarti fajar merah saat matahari terbit.

⁠Tim di Karangasem dibagi menjadi 4 Sub Unit, dengan masing-masing 2 Sub unit berlokasikan di 2 desa yaitu desa Bebandem dan desa Sibetan.

Jumlah mahasiswa di masing-masing desa adalah 14 orang dengan jumlah tiap sub unit adalah 7 orang.

Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak Melalui buku KIA oleh KKN UGM - IST
Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak Melalui buku KIA oleh KKN UGM – IST

Beberapa program unggulannya antara lain “Gerakan Jalur Aman dengan Reflektor Jalan”, yaitu  pengadaan reflektor dititik-titik rawan kecelakaan di jalan desa bebandem.

⁠Program penanggulangan sampah melalui plang Edukasi “Seberapa Lama Sampahmu Bertahan? “ yang berisi pula  waktu penguraian jenis-jenis sampah

Ada pula kegiatan sosialisasi “Ayo Pilah Sampah! : Sosialisasi cara pemilahan sampah kepada anak-anak.

Kemudian, pengadaan plang Jalur Evakuasi sebagai Sarana Mitigasi Bencana Alam  dimana desa Bebandem merupakan kawasan rawan bencana alam gunung meletus gunung agung.

Kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) KKN UGM di Karangasem, Bali - IST
Kegiatan Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) KKN UGM di Karangasem, Bali – IST

Ada pula pengadaan Kotak P3K sebagai upaya tanggap darurat di sekolah.

Sementara untuk meningkatkan UMKM, mereka melakukan pelatihan strategi branding dan marketing digital.

“Tema KKN kami adalah strategi pengembangan agrowisata berkelanjutan dan UMKM berbasis komoditas unggulan salak melalui pengelolaan tanah asam untuk meningkatkan ketahanan pangan,” kata Fani.

Selama berada di Bebandem, mahasiswa merasa mendapat sambutan yang baik dari masyarakat dan program mereka mendapat dukungan dari warga.

( kanalbali/RLS/RFH )

 

Apa Komentar Anda?