Loncat dari Lantai 4 Hotel, Gadis asal Buleleng Tewas

ilustrasi

BADUNG– Putus cinta bisa membuat orang gelap mata. Seperti yang dilakukan Ketut AW (23) asal Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Mahasiswi itu mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 sebuah hotel di Jimbaran, pada Sabtu (28/11) sekitar pukul 10:00 Wita.

Sudah berusaha ditolong dan selanjutnya dibantu ambulans dibawa ke Rumah Sakit Bali Jimbaran, dan setelah sampai di rumah sakit oleh dokter dinyatakan korban meninggal dunia,” kata Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus Sooai.

Korban diketahui masih berstatus mahasiswi dan motif melakukan karena putus cinta dengan pacarnya pada Jumat (27/11). “Masalah putus cinta, motifnya putus cinta kemarin. (Korban) masih mahasiswi,” ujar AKP Yusak.

Dari keterangan saksi bernama Lalu Tri Adi Saputra, saat itu pada pukul 10:00 Wita, korban sempat bercerita dengan saksi bahwa kalau melompat dari sini atau lantai empat, mati apa tidak. Kemudian, saksi jawab belum tentu kalau tidak ajal mungkin tidak mati dan jadi orang cacat.

Kemudian, saksi bilang jangan lompat, dan korban bilang hanya berjemur saja setelah itu saksi turun dan dan lihat dari bawah saksi suruh korban mundur.”Dan tiba-tiba dia (korban) lompat dari lantai empat yang mengakibatkan korban jatuh tidak sadarkan diri,” imbuhnya.

ilustrasi

Sementara, dari keterangan saksi Ni Kadek Meliana yang merupakan karyawan hotel tersebut, saat itu saksi sekitar pukul 06.00 Wita, mulai kerja di Hotel Rose In Jimbaran.

Kemudian, seperti biasa saksi melakukan bersih-bersih hotel dari lantai 1 hingga lantai 3. Namun, sekitar pukul 10.20 Wita dari dalam hotel mendengar korban jatuh di Jalan depan penginapan.

“Dengan kejadian tersebut (saksi) minta tolong tetangga untuk membantu korban dan mencarikan ambulans,” jelasnya.

Selain itu, korban diketahui cek in di Hotel Rose In Jimbaran pada tanggal 5 Nopember 2020 sekira pukul 12.00 wita bersama pacarnya dan pacarnya cek out pada Jumat (27/11) kemarin, sekitar pukul 16.30 Wita.

AKP Yusak juga menerangkan, bahwa awalnya korban berada dilantai empat penginapan dan sempat bercerita dengan salah satu tamu yang menginap dan bertanya kalau jatuh dari lantai empat mati apa tidak, dan dijawab sama saksi kalau belum ajal kemungkinan tidak mati dan jadi orang cacat.

Kemudian, saksi sempat mengingatkan jangan lompat. Namun, korban menjawab tidak dan berkata hanya berjemur saja.

“Setelah itu, (saksi) turun ke bawah dan dari Jalan terlihat korban sudah berada di pinggir (jalan) dan saksi sempat menyuruh korban mundur dan korban langsung melompat dari lantai empat dan jatuh di Jalan depan Hotel Rose In Jimbaran, sehingga korban sekarat , mengalami luka pada bagian kaki dan kepala depan,” ujar AKP Yusak.( kanalbali/KAD)