JEMBRANA, kanalbali.id – Seekor lumba-lumba jenis hidung botol ditemukan terdampar mati di pesisir Pantai Pelataran, di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.
Sumarsono selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengatakan, lumba-lumba itu diketahui terdampar mati pada Kamis (17/10) malam.
Pelajari 12 Peluang Usaha di Era digital
“Telah melakukan evakuasi satwa dilindungi jenis lumba-lumba hidung botol atau tursiops anducus,” kata Sumarsono, saat dikonfirmasi Jumat (18/10).
Lumba-lumba tersebut, memiliki ukuran panjang 95 centi meter dan jenis kelamin
belum diketahui dan kondisi sudah mati. Pihak BKSDA Bali telah mengambil data-data fisik satwa mamalia tesebut untuk pengambilan sampel untuk mengetahui penyebab kematiannya dan langsung dikubur di TKP.
“Dan lalu mengubur bangkai satwa, karena kondisi bangkai satwa sudah membengkak dan membusuk di TKP,” imbuhnya.
Dugaan sementara, lumba-lumba ini terpisah dari kelompoknya dan kondisi itu membuatnya rentan menjadi mangsa predator laut.
“Untuk umurnya masih anakan. Dugaan penyebab kematian, diduga karena masih anakan terpisah dari induk-nya sehingga dimangsa predator,” ujarnya. (kanalbali/KAD)



Be the first to comment