Musisi dan Seniman Bali Galang Dana untuk Korban Gempa Flores

Caption foto: Gelaran konser amal Flores Calling, Senin malam (24/8/2026) di Biji World. Dokumentasi istimewa
Caption foto: Gelaran konser amal Flores Calling, Senin malam (24/8/2026) di Biji World. Dokumentasi istimewa

DENPASAR, kanalbali.id – Musisi, seniman, dan komunitas independen di Bali menggelar Flores Calling sebagai aksi solidaritas dan penggalangan dana bagi masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut menyebabkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan rumah dan fasilitas publik. Berdasarkan laporan hingga 19 Agustus 2026, sedikitnya 70 orang meninggal dunia, hampir 1.200 orang terluka, lebih dari 40.000 warga masih berada di tempat penampungan sementara, dan sedikitnya 11.925 rumah terdampak.

Perwakilan panitia Flores Calling, James Sukadana, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menggalang bantuan melalui musik dan karya seni.

“Ini bentuk solidaritas kami. Kami menggunakan musik dan karya seni sebagai media untuk menggalang bantuan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa,” kata James, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan Flores Calling pertama digelar di Biji World, Ubud, pada 24 Agustus 2026. Selanjutnya, kegiatan akan berlangsung di Berbagi Ruang & Kopi, Denpasar, pada 2 September 2026. Waktu dan line-up penampil akan diumumkan melalui kanal resmi @kongkokongkow.

Pada gelaran pertama di Biji World, Ubud, Bali, Flores Calling menghadirkan penampilan Crazy Horse, Rhythm Rebels, Ras Rawon, dan Mata Jiwa.

Selain pertunjukan musik, acara juga diisi lelang lukisan. Karya yang dilelang berasal dari 14 seniman, yakni Ketut Sedana, Pandu Sukma, Candra Kertopati, Brian Eka Frii Zamroni, Nara Satriangga, Yani Mariani Sastranegara, Kusmei Santo, Cyca Leonita, Henry “Koi” Kresna, Wayan Upadana, Nuel Lawalata, Jessy, Michael Cartenz Baly, dan Kadek Dwi Darmawan.

“Tentu bukan hanya pertunjukan musik. Ada karya seni yang dilelang dan hasil penggalangannya akan diperuntukkan bagi masyarakat terdampak,” ujar James.

Tiket Flores Calling dibanderol Rp75 ribu dan tersedia secara online maupun pembelian langsung di lokasi. Informasi donasi dan tiket juga tersedia melalui kanal resmi @kongkokongkow.

Panitia menyebut seluruh hasil penggalangan dana akan diperuntukkan bagi masyarakat terdampak gempa Flores melalui mekanisme penyaluran yang dapat dipertanggungjawabkan. Informasi mengenai jumlah dana terkumpul dan distribusi bantuan akan disampaikan melalui kanal resmi penyelenggara.

Flores Calling merupakan inisiatif jejaring musisi, seniman, ruang kreatif, dan komunitas independen di Bali. Gerakan ini sebelumnya juga menghadirkan Sumatra Calling sebagai respons solidaritas terhadap bencana di Sumatra.

James mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam aksi tersebut, baik melalui kehadiran di acara, donasi, maupun lelang karya.

“Harapannya, semakin banyak yang terlibat sehingga bantuan yang terkumpul bisa segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Flores,” katanya.

Informasi lebih lanjut mengenai Flores Calling, donasi, dan kegiatan komunitas dapat dipantau melalui Instagram @kongkokongkow. (kanalbali/WIL)

 

Apa Komentar Anda?