Noer Yasin Jadi Ketua Umum Baru Lewat Mubes IV Ikawangi Dewata Bali

DENPASAR, kanalbali,id – Suasana penuh keakraban mewarnai Minggu pagi (26/4/2026) saat ratusan warga perantauan asal Banyuwangi memadati aula Gedung Keuangan Negara, Bali.

Mereka hadir dalam Musyawarah Besar (Mubes) IV Ikatan Keluarga Banyuwangi di Bali (Ikawangi Dewata), membawa semangat guyub dan nuansa kampung halaman yang begitu terasa.

Acara dibuka meriah dengan Tari Gandrung, dilanjutkan seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu Umbul-Umbul Belambangan yang sarat makna.

Ketua panitia, Ikhwanto yang akrab disapa Thole, menegaskan bahwa Mubes bukan sekadar agenda rutin organisasi. “Ini adalah momentum mempererat persaudaraan sekaligus merawat budaya Banyuwangi di perantauan,” ujarnya.

Forum kemudian mendengarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Agustinus Winjaya. Dalam periode tersebut, Ikawangi Dewata mencatat berbagai capaian penting, termasuk memperluas jaringan hingga delapan kabupaten dan satu kota di Bali.

Memasuki agenda pemilihan Ketua Umum periode 2026–2030, empat nama diajukan. Setelah melalui proses penjaringan, forum mengerucut pada dua kandidat, Noer Yasin dan Istiyono. Keduanya menyampaikan visi yang menitikberatkan pada penguatan solidaritas, pelestarian budaya, serta perluasan program sosial.

Suasana pemilihan berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat kekeluargaan. Tepuk tangan dan dukungan mengiringi setiap tahapan hingga akhirnya forum menetapkan Noer Yasin sebagai Ketua Umum Ikawangi Dewata Bali periode 2026–2030.

Dalam pidato perdananya, ia mengajak seluruh anggota menjaga kebersamaan. “Amanah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari terus guyub, menjaga budaya, dan memperluas manfaat organisasi bagi sesama warga Banyuwangi di Bali,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya memegang teguh semangat seduluran selawase sebagai fondasi kebersamaan.

Mubes IV ditutup pada pukul 18.00 WITA dengan suasana haru dan penuh kehangatan, ditandai dengan penampilan Tari Niskala Seblang, tarian bernuansa sakral khas Banyuwangi. Ikawangi Dewata kembali menegaskan dirinya sebagai rumah bersama, tempat persaudaraan dirawat, budaya dijaga, dan identitas Banyuwangi tetap hidup di tanah Bali.

Ikawangi Dewata didirikan tanggal 22 November 2009 di Kuta. Sebuah organisasi paguyuban warga Banyuwangi yang tinggal di Bali sebagai wadah silaturahmi dan kegiatan sosial budaya untuk perantau asal Banyuwangi. Hingga 2026, Ikawangi Dewata telah memiliki cabang di 8 Kabupaten dan 1 Kota di Bali. ( kanalbali/IST )

Apa Komentar Anda?