BADUNG – Objek wisata Sangeh Monkey Forest mulai dipadati wisatawan seperti pada Kamis (26/11/2020) siang. Salah satu wisata alam yang terletak di kawasan Abiansemal Kabupaten Badung itu menjadi favorit wisatawan domestik meski harus mematuhi protokol kesehatan.
“Kalau protokol kesehatan itu kan memang wajib, kami tidak mungkin membuka kalau tak bisa menerapkan protokol kesehatan, apalagi kalau obyek wisata seperti ini kan juga menyangkut kesehatan hewan yaitu monyet-monyet ini,” kata Manajer Obyek Wisata Sangeh Monkey Forest, I Made Mohon saat ditemui di lokasi, Kamis (26/11/2020).
Luas kawasan Objek wisata Sangeh Monkey Forest sendiri mencapai 14 hektar, lebih dari 600 ekor monyet di kawasan itu menghiasi hampir setiap sudut tempat. Dengan jumlah yang banyak itu, pengelola melarang pengunjung agar tak memegangnya saat saat mereka dihampiri oleh hewan tersebut.

“Dari dulu memang sudah dilarang untuk di pegang, karena takutnya di cakar, tapi sejak dibuka saat masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, larangan itu kami tingkatkan karena khawatir juga kan akan kesehatan monyetnya,” kata Made.
Untuk jumlah kunjungan wisatawan sendiri dalam satu hari rata-rata mencapai 50-90 orang dalam sehari. Angka itu masih jauh jika dibandingkan dalam situasi normal yang mencapai 500 orang lebih dalam sehari. “Tapi itu lumayan lah daripada tutup terus tak ada pemasukan,” tuturnya.
Disinggung mengenai total biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasional, Made mengatakan dalam satu bulan bisa menyentuh Rp. 30 juta. Meliputi biaya kebersihan dan biaya pakan bagi sekitar 600 lebih pupulasi monyet yang ada di Objek Wisata Sangeh Monkey Forest.
“Karena kalau monyet ini kan perawatan tidak ada ya, kita tinggal berikan mereka pakan aja sehari dua kali, dan biaya itu yang mahal sedangkan pemasukan belum seberapa meski sudah ada kunjungan wisatawan,” jelasnya.
Made juga memaklumi jumlah kunjungan yang masih mentok di angka 90 dalam sehari lantaran selama ini, yang sering berkunjung ke Sangeh Monkey Forest adalah wisatawan mancanegara. Dan kini, pihaknya hanya bisa mengandalkan wisatawan domestik.
“Harapannya akhir tahun ini semoga wisatawan domestik banyak, itu akan sangat membantu kami di Objek Wisata Sangeh ini,” harapnya. (Kanalbali/ACH)



Be the first to comment