DENPASAR, kanalbali.id – Purnama Sasih Karo, yang jatuh pada Jumat, 8 Agustus 2025, menjadi momen penting bagi umat Hindu di Bali. Selain menjadi waktu yang ideal untuk melukat, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, seperti memulai pekerjaan baru. Berikut adalah panduan ala ayuning dewasa untuk Purnama Sasih Karo berdasarkan kalender Bali.
Makna Purnama dalam Tradisi Hindu Bali
Purnama, yang berarti “sempurna” dalam bahasa Bali, terjadi setiap 30 hari sekali sesuai siklus bulan dalam kalender Bali. Setiap tahun, umat Hindu melewati 12 jenis Purnama berdasarkan sasih (bulan Bali). Pada hari suci ini, umat Hindu melaksanakan persembahyangan, mulai dari lingkungan keluarga hingga ke pura atau prahyangan, untuk memuja Sang Hyang Candra, yang juga dikenal sebagai Sang Hyang Ketu, dewa kecemerlangan.
Promo UMKM: Mix Peanuts dari Puspasnackbali
Sarana utama untuk persembahyangan saat Purnama adalah canang sari. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan desa kala patra (adat setempat) dan kemampuan masing-masing umat.
Menurut Lontar Sundarigama, Purnama dan Tilem adalah hari penyucian bagi Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu Dewa Matahari (Surya) dan Dewa Bulan (Candra). Saat Purnama, Sang Hyang Candra sedang beryoga, sementara saat Tilem, Sang Hyang Surya melaksanakan payogan. Lontar ini juga menyebutkan pentingnya menjaga kesucian pikiran, menawarkan wangi-wangian, dan canang biasa di sanggar, pura, atau tempat suci lainnya.
12 Jenis Purnama Berdasarkan Sasih
Berikut adalah daftar 12 jenis Purnama sesuai sasih dalam kalender Bali:
-
Purnama Kasa
-
Purnama Karo
-
Purnama Ketiga
-
Purnama Kapat
-
Purnama Kalima
-
Purnama Kanem
-
Purnama Kapitu
-
Purnama Kawulu
-
Purnama Kasanga
-
Purnama Kadasa
-
Purnama Jyesta
-
Purnama Sada
Ala Ayuning Dewasa Purnama Sasih Karo 8 Agustus 2025
Berdasarkan wariga, berikut adalah ala ayuning dewasa yang berlaku pada Purnama Sasih Karo 2025:
-
Amerta Masa: Cocok untuk upacara Dewa Yadnya, membangun, dan bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
-
Ayu Dana: Hari baik untuk melaksanakan Panca Yadnya, segala jenis pekerjaan, berdana punia, bersuci laksana, mengajukan permohonan, dan bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
-
Kala Dangu: Tidak disarankan untuk memulai pekerjaan, pindah tempat, atau bepergian. (Alahing dewasa 3)
-
Kala Sudukan: Tidak baik untuk memindahkan orang sakit atau melakukan perombakan. (Alahing dewasa 3)
-
Pamacekan: Baik untuk menggarap sawah/tegal atau membuat tombak penangkap ikan, tetapi tidak cocok untuk melaksanakan yadnya. (Alahing dewasa 2)
Pararasan: Laku Surya
Pancasuda: Tunggak Semi
Ekajalaresi: Tininggalin Suka
Pratiti: Upadana
Dana Punia dan Pertimbangan Wariga
Purnama Sasih Karo juga merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan dana punia. Namun, tidak semua Purnama otomatis dianggap hari baik, karena hal ini bergantung pada wariga. Untuk memastikan keputusan yang tepat, umat Hindu disarankan berkonsultasi dengan tokoh yang memahami wewran untuk mendapatkan panduan lebih rinci.
Dengan memahami ala ayuning dewasa, umat Hindu di Bali dapat menjalankan Purnama Sasih Karo dengan penuh makna dan sesuai tradisi. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasikan dengan ahli wariga setempat. ***


