Robot Kendang Ayam Otomatis dari Tim FT Unud Menangi Politeknik Negeri Bali Robot Competition

Penyerahan Juara Inovasi Karya Cipta Teknologi PNBRC 2022 - IST

JIMBARAN, kanalbali.id – Setelah menjuarai ELCCO 2022, Tim Robot FT Universitas Udayana kembali meraih prestasi pada ajang Politeknik Negeri Bali Robot Competition (PNBRC) 2022. PNBRC.

Kompetisi ini merupakan ajang berskala Nasional dimana terdapat tiga kategori lomba yaitu Lomba Inovasi Karya Cipta Teknologi, Lomba Robot Line Follower, dan Lomba Sumobot.

Kelompok Studi Robot Fakultas Teknik Universitas Udayana mengirimkan 7 kontingen dalam ajang PNBRC, yaitu 5 tim pada lomba Line Follower dan 2 tim pada Lomba Karya Cipta Teknologi.

Pada kategori Lomba Inovasi Karya Cipta Teknologi yang diketuai oleh A.A Gede Angga Dwipradipta dengan nama Tim TSAR Bomba V2 berhasil meraih juara 1 dan juara favorit.

Menurut Dana sebagai salah satu anggota Tim TSAR Bomba V2, karya yang diciptakan dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami oleh salah satu peternak ayam.

“Dimana kendang ayam yang dimiliki masih bersifat konvensional sehingga Tim TSAR Bomba V2 bersiatif memciptakan sebuah inovasi untuk mengembangkan kendang ayam otomatis yang bertujuan untuk mengurangi kegagalan panen dan penurunan produksi pada peternakan ayam itu,” jelasnya.

Untuk meraih juara dalam perlombaan ini tentunya tidak mudah. Ada banyak faktor yang menjadi kendala mulai dari persiapan lomba hingga hari-h perlombaan. Salah satunya pada lomba line follower.

“Ketika H-1 perlombaan terdapat beberapa kendala yang membuat robot tidak bisa berjalan kembali. Hal ini membuat tim kami was was dan harus melakukan settings ulang. Namun, untung saja pada perlombaan yang berlangsung robot yang digunakan bisa berjalan dengan normal kembali.” Ujar Widi.

Selain itu juga persiapan lomba yang berbarengan dengan persiapan UAS tentunya menjadi salah satu faktor yang cukup mengurangi konsentrasi secara penuh dalam persiapan lomba. Adanya komponen yang rusak, lampu yang kurang maksimal serta alas lantai yang kurang rata menjadi salah satu faktor yang perlu di evaluasi untuk kedepannya. (kanalbali/RLS)

Sumber: www.unud.ac.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.