“Smoke-free Walk HTTS 2026” Tandai Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia

DENPASAR, kanalbali.id –  Pemerintah Kota Denpasar berkolaborasi dengan Udayana CENTRAL (Udayana Center for NCDs, Tobacco Control, and Lung Health) Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Smoke-Free Fun Walk HTTS 2026.

Ini adalah sebuah acara jalan santai berbasis edukasi tanpa rokok sebagai upaya promotif dan preventif dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang diperingati setiap tanggal 31 Mei.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat serta menjauhi faktor risiko penyakit tidak menular, khususnya perilaku merokok. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, Eddy Mulya, menghadiri kegiatan Smoke-Free Fun Walk 2026 yang digelar di Pelataran Barat Monumen Bajra Sandhi Renon, Minggu (7/6).

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Denpasar Sehat Tanpa Asap Rokok (DESTAR) yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota Denpasar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Udayana, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. dr. I Made Ady Wirawan, M.P.H., Ph.D., serta Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. I Made Muliarta, S.Ked., M.Kes.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Udayana CENTRAL – Center for NCDs, Tobacco Control and Lung Health ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Denpasar, hingga masyarakat umum. Selain mengajak masyarakat untuk berolahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai bahaya konsumsi rokok dan pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat serta bebas asap rokok.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Denpasar, Eddy Mulya, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang sehat. Menurutnya, program DESTAR menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan kawasan tanpa rokok dan perubahan perilaku hidup sehat.

“Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen mendorong terciptanya lingkungan yang sehat melalui program DESTAR. Upaya ini membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan, tenaga kesehatan, komunitas, dan generasi muda agar budaya hidup sehat dapat terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Udayana CENTRAL, dr. Putu Ayu Swandewi Astuti, MPH, Ph.D., menyampaikan bahwa Smoke-Free Fun Walk merupakan bagian dari gerakan promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk tembakau terhadap kesehatan.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa hidup sehat dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti aktif bergerak, berolahraga, dan menghindari paparan asap rokok. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Denpasar dan berbagai mitra, kami berharap gerakan ini mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Selain kegiatan jalan santai, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize menarik serta mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit tidak menular. Panitia turut mengajak peserta membawa tumbler pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar bersama Universitas Udayana berharap semangat Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat implementasi Denpasar Sehat Tanpa Asap Rokok (DESTAR), meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi tembakau, serta membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat. ( kanalbali/RLS )

Apa Komentar Anda?