Suami Anggota DPRD Bali Diduga Selingkuh Bantah Gerebek Istrinya Sendiri

Ketut Lea - ACH

Suami dari anggota DPRD Bali KDY yang diduga melakukan perselingkuhan dengan sesama anggota DPRD lainnya membantah telah melakukan pengerebekan disebuah kamar hotel di Denpasar.

“Terkait berita penggerebekan yang banyak beredar, dapat saya luruskan tidak ada pengerebakan pada saat itu. Saya hanya menemui istri saya melalui prosedur yang disetujui oleh pihak hotel,” kata I Ketut Lea, suami sah dari Kadek Dwi Yustiawati kepada media, Selasa (17/3) malam.

Ia juga menegaskan, saat dia tiba di salah satu kamar hotel di kawasan Denpasar, ia tak menemukan pria lain yang ada di kamar hotel menemani sang istri. Kendati begitu, Ketut Lea sangat menyenangkan proses pemesanan hotel dilakukan dengan menggunakan KTP atas nama pria lain yakni Kadek Diana yang merupakan rekan sang istri di DPRD Bali.

“Bayangkan ada istri orang memesan kamar hotel dengan KTP suami orang itu kan tidak etis. Apalagi kamar hotel itu kan sensitif,” ujar Ketut Lea.

Meski begitu, ia mengaku selama ini sudah banyak mendapatkan informasi dari banyak orang terkait hubungan pertemanan sang istri dengan Kadek Diana yang dinilainya sudah melebihi batas. Walaupun sudah dilakukan pemantauan sejak beberapa bulan terakhir, ia mengaku belum menemukan bukti kuat atas kejanggalan itu.

Soal keputusan DPD yang saat ini tengah mengusulkan pemecatan Kadek Diana dan sang istri yakni Kadek Dwi Yustiawati, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya terhadap partai.

“Saya rasa kalau soal proses partai, kalau seandainya kejadian kemarin yang membuat seperti itu ya sebaiknya jangan sampai terjadi. Jangan sampai gara gara gebrakan kemarin berujung pemecatan. Kalau begitu kan saya juga yang salah,” jelasnya.

“Kalau masalah ada pelanggaran lain yang dilakukan oleh yang bersangkutan dan ada pihak lain yang mengetahui ya silahkan. Tapi kejadian kemarin tidak bisa dijadikan penyebab,” tutur Ketut Lea melanjutkan.

Ia lantas berharap, sang istri ataupun Kadek Diana harus lebih bisa mengedepankan etika dalam bergaul. Apalagi keduanya menurut Ketut Lea merupakan pelantikan publik yang sepatutnya memberi contoh kepada masyarakat. “Perempuan yang sudah punya suami, atau laki-laki yang sudah punya istri dalam agama apapun tetap ada etika dalam bergaul,” imbuhnya. (ACH)

Apa Komentar Anda?