Tolak Kongres Luar Biasa, DPW PKB Bali Tancap Gas Persiapan Pemilu 2024

Pengurus DPW PKB menunjukkan piagam pencalegan yang akan diberikan kepada tokoh masyarakat dan Ormas yang bersedia menjadi Caleg melalui PKB - IST

DENPASAR – DPW PKB Bali tak termasuk dalam jajaran pengurus DPW yang belum puas terhadap hasil musyawarah wilayah. Selain karena kepemimpinan dipilih secara aklamasi, PKB Bali masih komit berada dalam barisan kepemimpinan Ketua Umum saat ini, yakni Muhaimin Iskandar.

“Bagaimana dengan Bali? Insya Allah, astungkara, Bali akan baik, karena ketika muswil kemarin saya dipilih secara aklamasi dan teman-teman percaya kepada saya. Jadi kami tak mendukung Kongres Luar Biasa,” tutur Ketua DPW PKB Bali, Bambang Sutiyono di Denpasar, Senin (12/4/2021).

Wacana KLB diduga berasal dari sejumlah kader yang tak puas dengan hasil musyawarah wilayah yang digelar serentak pada 16 Januari 2021 lalu. Wacana KLB sebenarnya tak banyak didukung oleh DPC atau DPW.

“Sebenarnya, hanya satu dua orang saja yang belum puas. Di daerah yang dianggap bermasalah, DPP itu sudah turun, bahkan pengurus DPP itu menjadi ketua DPW di beberapa provinsi yang dianggap perlu ada perbaikan,” kata dia. 

Sementara itu PKB Bali berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan partai di Bali. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah melakukan safari politik lebih awal menuju Pemilu 2024.

Ketua DPW PKB Bali, Bambang Sutiyono (kiri) bersama Ketua Dewan Syuro KH. Hasan Ishaq, saat silaturahmi dengan wartawan di Warung Kubukopi, Denpasar, Bali – IST

“Kami akan terus turun ke lapangan sekaligus membuka pencalegan secara dini untuk menjaring caleg PKB di semua tingkatan,” kata Bambang .“Jadi kami akan bertemu dengan tokoh masyarakat atau Ormas dan kami sampaikan form kesediaan. Bila bersedia menjadi Caleg akan langsung mendapatkan piagam,” katanya.

Gerak cepat DPW PKB merupakan realisasi keputusan Musyawarah wilayah (Musywil) yang digelar pada 16 Januari 2021 lalu. Kala itu, lanjut Bambang, seluruh pengurus DPW memiliki komitmen bersama agar kursi PKB Bali di DPR-RI hingga DPRD bisa terus bertambah.

“Karena target kami ingin semaksimal mungkin, kalau kita bicara kursi, itu kan harus diukur maksimal dan mengukur diri. Jumlah yang kami targetkan sih , ada 1 kursi di DPR RI, 3 DPRD Provinsi, dan 11 atau 9 di Kabupaten Kota. Hasilnya kita lihat lagi nanti, saya berharap bisa maksimal,”

Selama ini, PKB hanya menduduki tiga kursi DPRD di Kabupaten yang berbeda di Bali. Rinciannya, dua kursi di Kabupaten Jembrana, dan satu kursi si Kabupaten Buleleng. Tahun 2024 nanti, ia berharap ada tambahan kursi yang diperoleh oleh PKB Bali.

“Kabupaten Jembrana semoga bertambah, Buleleng bertambah, Denpasar kami berharap dapat karena dulu pernah dapat, Badung juga kita semoga dapat, dan Karangasem juga,” tuturnya.

Diluar itu, Bambang juga menyampaikan tiga hal penting yang menjadi semangat PKB usai menggelar Musyawarah Kerja Nasional & Munas Alim Ulama. Diantaranya, recovery dunia pendidikan pasca pandemi yang harus dilakukan secara mandiri ataupun bersama dengan pemerintah.

Selain itu, masalah pertanian juga harus menjadi solusi ditengah pandemi COVID-19 dan harus menjadi kekuatan pembangunan bangsa. Yang ketiga,   bangkitnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diharapkan terus bisa diperhatikan oleh Pemerintah. (Kanalbali/ACH)