Tren Kasus Menurun, Ini Cara Denpasar Tangani COVID-19

Tim Yustisi Kota Denpasar Membagikan Masker kepada Masyarakat/IST

DENPASAR– Tren kasus COVID-19 di Kota Denpasar menunjukan penurunan yang terlihat dari data resmi pada Minggu, 24 Oktober 2021 dengan penambahan kasus sembuh sebanyak 8 orang, kasus positif  bertambah 4 orang, dan kasus meninggal dunia nihil.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan,
kendati kasus COVID-19 sudah semakin menurun dan melandai. Namun penularannya masih ditemukan, oleh karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga diperlukan kerjasama dari berbagai pihak,” kata Dewa Rai, Minggu, (24/10/2021).

Adapun secara kumulatif kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar tercatat 37.728 kasus, angka kesembuhan pasien mencapai angka 36.593 orang (96,99) persen), meninggal dunia sebanyak 993 orang (2,63 persen), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 142 orang (0,38 persen).

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus COVID-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Dewa Rai menjelaskan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi, dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan  menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan desinfektan serta eco enzi m wilayah secara terpadu.

Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi,” ajak Dewa Rai

Terkait upaya menekan angka kematian akibat COVID-19, ia mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3M yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan,” kata Dewa Rai. (Kanalbali/Luh Putu Sugiari).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.