BADUNG, kanalbali.id – Seorang warga negara asing (WNA) atau turis dari Australia menjadi korban penjambretan dan kalung emas senilai ratusan juta raib dibawa kabur.
Aksi jambret itu juga terekam CCTV dan terlihat pelaku mengenakan jaket ojek online (Ojol) seorang diri dan lalu menjambret WNA Australia dan video itupun viral di media sosial instagram.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/8) sekitar pukul
20.48 WITA yang berlokasi di depan sebuah spa di Jalan Werkudara, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Bungut Gebuh di Zaman Viral
“Korban kehilangan dua kalung emas rantai seberat 50 gram dan 25 gram. Atas kejadian tersebut pelapor atau korban mengalami kerugian sebesar Rp 225.000.000,” kata Iptu Adi Saputra, Selasa (1/9).
Korban diketahui berinisial RJB (68) WNA asal Australia. Kronologisnya, saat itu korban bersama istrinya berinisal JR selesai makan malam di salah satu restoran. Kemudian, keduanya berjalan kaki menuju hotel tempat mereka menginap.
Penataan Jogging Track GOR Bhuwana Patra Mulai Dilakukan, Pj Bupati: Sesuai Harapan Masyarakat
Namun, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) korban dan istrinya sempat berpapasan dengan pelaku yang sedang berhenti di atas sepeda motor dan mengenakan jaket Gojek.
Kemudian, setelah korban dan istrinya berjalan kurang lebih 3 hingga 4 meter, tiba-tiba pelaku datang dari arah samping kanan korban dan langsung merampas secara paksa kalung yang dikenakan oleh Korban.
“Setelah berhasil mengambil kalung tersebut, pelaku kemudian langsung melajukan sepeda motornya meninggalkan TKP. Dalam video terlihat, pengemudi gojek ini mencuri kalung emas mahal saat korban sedang berjalan pulang di legian,” imbuhnya.
Unit Reskrim Polsek Kuta telah melakukan serangkaian penyelidikan yaitu mendatangi TKP, meminta keterangan kepada korban dan saksi-saksi, mengecek CCTV dan melakukan penyelidikan dan pelaku masih belum tertangkap.
“Untuk saat ini tim Reskrim Polsek Kuta sudah melakukan pemeriksaan rekaman CCTV diduga pelaku dan masih menyusuri areal TKP untuk mendapatkan rekaman CCTV lainnya. (kanalbali/KAD)


