Memahami Bermacam Jenis Keamanan Digital

pixabay by qimono

SEMAKIN majunya teknologi, pengguna internet akan terus bertambah, terlebih jika pandemi masih berlangsung. Sebagian besar masyarakat saat ini pun banyak menghabiskan waktunya menggunakan gadget, baik untuk bekerja, transaksi online, maupun sarana hiburan.

Besarnya pengguna internet nyatanya selaras dengan pertumbuhan kejahatan di dalamnya. Oleh karena itu, penting untuk kita menyadari dan menerapkan keamanan di era ini. Kita dapat mengamankan perangkat dan akun kita menggunakan PIN, password, otentikasi dua langkah, dan OTP.

PIN merupakan nomor identifikasi pribadi berupa angka sandi rahasia antara pengguna dan sistem. Jadi, PIN ini bersifat pribadi dan tidak boleh diketahui orang lain.

“PIN menjadi pintu utama sebelum melakukan aktivitas di sebuah platform ataupun di sebuah transaksi digital. PIN ini sebagai medianya/jembatan untuk memverifikasi pengguna dan sistem dalam platform,” jelas  Dedy Triawan, CTO MEC Indonesia dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/9/2021).

Kemudian, keamanan menggunakan password. Jenis keamanan ini juga sangat penting untuk dijaga. Hampir mirip dengan PIN, password pun menjadi pintu masuk menuju sebuah platform. Bedanya, password menggunakan kombinasi antara huruf, angka, dan simbol dengan minimal 8 karakter. Dedy mengatakan, password sebisa mungkin menggunakan kombinasi tersebut agar tidak mudah diretas.

Lalu, otentikasi dua faktor atau dua langkah. Fitur ini banyak disediakan platform digital yang berguna untuk mengonfirmasi identitas yang diklaim pengguna. Biasanya, yang diminta oleh sistem ialah yang pengguna miliki, seperti pertanyaan terkait data personal.

Sembarangan Unggah Informasi Pribadi, Hati-hati Akun Media Sosial Bisa Diretas!

Selain itu, terdapat One Time Password (OTP) yang bersifat hanya sementara. OTP hanya bisa digunakan pada waktu yang telah ditentukan sistem. Keamanan jenis ini juga termasuk dalam otentikasi dua faktor. Ia menjelaskan, OTP berguna untuk mengonfirmasi identitas pengguna yang sesungguhnya sebagai keamanan lapis kedua.

“Kalau di keamanan digital ada namanya hacker yang meretas akun atau keamanan sistem. Biasanya hacker akan melakukan negatf dengan menebak/mengira-ngira password. Jika password hanya 6 digit dan hanya berisi angka hacker hanya butuh waktu 1-2 menit unruk menebaknya dengan sistem,” ujar Dedy.

Apabila kita sering menggunakan platform digital atau aplikasi lainnya, hal ini yang wajib dilakukan. Di antaranya, menggunakan password yang kuat dengan setidaknya 8 kombinasi karakter huruf, angka, dan simbol. Di samping itu, aktivasi verifikasi dua langkah, waspada dengan email mencurigakan, mengganti password secara berkala, dan memastikan kebenaran PIN untuk setiap gadget/platform digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (30/9/2021) juga menghadirkan pembicara, M. Dedi Gunawan (Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI), Florentina B. Thani (Kepala Sekolah), dan Chika Mailoa (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.