Ketahui Ciri Investasi Bodong dan Risikonya Jika Sudah Terjerat

pixabay by mohamed_hassan

INVESTASI menjadi salah satu cara masyarakat untuk menjaga aset mereka. Sayangnya, tak semua orang paham membedakan investasi yang benar dan bodong.

Banyak dari mereka mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan untung besar dalam jangka waktu singkat.

Itu juga yang diamini oleh Founder Superstar Community Indonesia, Fendi. Berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Mappi, Papua, Rabu (1/12/2021), Fendi mengatakan, kecil kemungkinan untuk masyarakat yang terjebak investasi bodong, bisa mendapatkan kembali haknya.

“Kecil kemungkinan jika terkena jebakan invetasi bodong, uang bisa balik. Secara histori gak ada yang balik. Jadi jika kita bicara investasi bodong, relain aja dan laporin polisi. Ini bisa salah kita siapa suruh taruh (ikut) di sana,” kata Fendi.

Untuk itu, ia sangat meminta masyarakat memahami jenis-jenis investasi, risiko investasi serta yang paling penting, tidak terkena tipu daya investasi bodong.

Ia pun membagikan beberapa indikasi jenis investasi bodong. Biasanya, kata Fendi, mulai bisa dilihat dari cara uang itu diputar atau money game.

“Indikasi investasi bodong biasanya itu money game, transfer ke rekening pribadi lalu imbal hasil besar yang tidak masuk akal,” tambah Fendi.

Misal, kita diminta memasukkan modal 1 juta dengan iming-iming keuntungan puluhan kali lipat. Itu, lanjut Fendi, merupakan indikasi investasi bodong.

Selain money game dan imbal hasil yang besar, indikasi lain dari investasi bodong adalah tidak terverifikasi OJK dan Bappebti.

“OJK dan Bappebti itu mutlak, kalau gak ada mesti hati-hati. Lihat lagi cara kerja uang kita bekerja dan bagaimana proses uang berbunga.”

Yuk Kenali Perbedaan Trader dan Investor

Dalam kesempatan yang sama, Fendi juga bercerita bagaimana dirinya sempat terjebak dalam jerumus investasi bodong. Belum lama ini, lelaki jebolan ajang Indonesian Idol itu mengatakan bagaimana dirinya tertipi ratusan juta oleh orang terdekatnya sendiri.

“Ada tawaran proyek pengadaan alat kesehatan dan saya kena (rugi) ratusan juta. Orang yang menawarkan sudah seperti saudara, tapi asal usul investasi gak jelas. Saya terlalu percaya dan menjadi pengalaman yang harus dibayar dengan ratusan juta,” pungkas Fendi.

Selain Fendi, hadir juga dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Mappi, Papua, Selasa (1/12/2021) yaitu Qamaril Hazhiyah, general manager PT  Gifera Odo Technology, Yahya Nusa, Direktur UPT hubungan kerjasama STIE Jembatan Bulan, dan Vizza Dara sebagai key opinion leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.