Mengenal Empat Jenis Transaksi Digital yang Paling Umum Digunakan Masyarakat

pixabay by Preis_king

Dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir, masyarakat telah mengenal sistem transaksi digital. Dikatakan oleh Dedy Triawan, CTO MEC Indonesia, transaksi digital adalah pembayaran nontunai seperti mobile banking atau perangkat transaksi virtual lainnya.

“Dulu mau transfer dan pengiriman uang harus datang ke bank dan antri, agak lama prosesnya. Di jaman digital seperti sekarang, kita dimanjakan transaksi digital yang hanya modal handphone saja,” kata Dedy saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kepulauan Buru, Maluku, Kamis (2/9/2021).

Dedy lalu menjelaskan beberapa jenis transaksi digital seperti mobile banking, SMS banking, internet bank hingga uang elektronik. Berikut ini adalah pengertian lebih lanjut mengenai jenis-jenis transaksi digital tersebut:

  1. Mobile banking

Mobile banking menjadi jenis transaksi digital paling digemari masyarakat karena sangat familiar dan mudah digunakan. Mobile banking bisa dilakukan hanya dengan mengunduh aplikasi atau platform dari bank yang kita digunakan.

  1. SMS banking

Sebelum mobile banking, masyarakat lebih dulu mengenal sistem pembayaran SMS banking. Seperti namanya, metode pembayaran ini menggunakan SMS di mana pengguna bisa membeli, membayar , mentransfer dan mencek saldo.

  1. Internet banking

Internet banking hampir sama dengan Mobile banking. Hanya saja internet banking berbasis browser atau alamat ip bukan aplikasi.

  1. Uang elektronik

Dalam lima tahun terakhir, metode uang eletronik sangat berkembang. Metode ini mengandalkan kartu yang berisi chip.

Perbedaan uang elektonik vs E-Wallet

Uang elektronik atau biasa disebut E-Money berbeda dengan E-Wallet atau uang digital.

Kata Dedy, E-money biasanya menggunakan kartu yang memiliki chip sementara E-wallet berbasis server yang ada dalam cloud berupa aplikasi seperti LinkAja, Dana, OVO hingga GoPay.

“Apapun yang lakukan di internet usahakan menggunakan transaksi digital. Kita harus sangat menjaga kebersihan, jadi tidak ada lagi kontak fisik. Riwayat transaksi juga akan tercatat. Marilah kita sama-sama mendukung program pemerintah menggunakan caseless society,” pungkas Dedy.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Dalam webinar kali ini hadir juga Abdul Rasyid Rumata, seorang dosen, Ody Waji, CEO Waji Travel, dan Adelita sebagai key opinion leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.