Yuk Belajar Menghargai Karya Orang Lain di Era Digital

pixabay by johnhain

DI tengah kencangnya perkembangan digitalisasi, hak cipta sering dilanggar. Sejumlah aktivitas yang dilakukan masyarakat seringkali merupakan pelanggaran hak cipta. Misalnya, mengunduh lagu melalui Youtube atau menjiplak karya orang lain dan mengakuinya sebagai hasil kreativitasnya. Oleh karena itu, etika dalam menghargai karya orang lain sangat dibutuhkan untuk beradaptasi di revolusi industri 4.0.

“Konten yang sudah dibuat orang tidak bisa seenaknya diambil, pakai, dan posting ulang di platform media sosial tanpa kutipan sumbernya dan tanpa izin,” ujar Driana Rini, pengusaha dan blogger, dalam acara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (2/8/2021).

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam menghargai konten atau karya orang lain di media sosial. Seperti memberikan apresiasi kepada sang pemilik karya. Jika ada kekurangan dalam karya tersebut, Anda bisa memberikan saran serta kritik yang sopan dan bersifat membangun kepada pemilik karya.

“Jangan sampai mengkritik seenaknya, namanya manusia tidak mungkin apapun yang dilakukan bisa disukai semua orang,” tutur Driana.

Setiap karya yang dibuat dan sudah dipublikasikan, ada pemilik hak ciptanya. Siapa yang membuat semua karya tersebut. Menurut hak cipta, semua konten yang dibuat dan direkam dalam bentuk asli adalah kekayaan intelektual milik kita.

“Jika kita sampai dapat keuntungan material, dari hasil karya orang lain dengan cara mengambil tanpa izin meniru dari awal hingga akhir. Itu pelanggaran,” katanya.

Driana mengatakan, sebuah konten yang beredar dan viral pasti ada pemiliknya. Pemilik yang meluncurkan ide mentah, sampai menjadi sesuatu yang bisa dinikmati itu perlu proses.

“Ada proses dan bisa jadi prosesnya panjang. Makanya tidak boleh kita pakai konten orang seenaknya,” tutupnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi menyelenggarakan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital. Webinar kali ini dilakukan di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Senin (2 Agustus 2021). Webinar kali ini menghadirkan pembicara yaitu Ody Waji (CEO Waji Travest), Driana Rini (Blogger, Social Media Enthusiast, Entreprenur), Ivan Suyono Samir (Founder Gvanz), dan Tisa.

Dengan acuan 4 pilar utama yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Selain itu juga merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

1 Comment

  1. Condom veronicaSenior nudes tennesseeMassage boston erotic spaAdult sizes bib overall shortsDelco remy
    vintage parts ukSmall white spots on vaginaHome made sex mechineFinal fantasy
    x-2 pain hentai xnxx Dean guyer nakedAustralian actress hot body bikiniTampa nye sex partyAsian bistro chicagoOlder woman fucking boySexy bugParesthesia thumb https://xnxxindo.cc/ Free tubes of guys eating
    cumInflammatoy carcinoma breastTiger drawing asianFree erotic
    stories pdfCouple hidden sex videoSafe sex aidsAlba machete
    nudeAsian ball 2007 xnxx Ya think i m sexyAfrican american author lesbianCarry on drop bottom wheeled duffelSwinger
    swapAmerican art century dick last moby twentieth unpaintedDevelopmental
    dissabilities california adultAmateur body
    building femaleSex offender list hamilton ohioAyanna
    gangbangBlack women with sexy bodiesBlack cock gay cream pies clipsListen to fuck
    songAsian gay male picSex offender prillVideos of mature naked
    hosewifes

Leave a Reply

Your email address will not be published.