Bijaklah Saat Berbelanja Online

pixabay by kreatikar

POLA perubahan belanja masyarakat akibat transformasi digital yang begitu cepat saat ini membuat sejumlah perubahan prilaku sosial juga.

Dampak positifnya adalah banyaknya alternatif platform belanja online yang memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan banyaknya tawaran belanja online membuat masyarakat menjadi konsumtif.

Demikian dikatakan oleh Agus Jamiatul, General Manager TC Invest dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bangli, Bali Kamis 5 Agustus 2021. Dikatakannya bahwa ada online shopping memang bermanfaat tapi jika belanja menjadi tak terkontrol maka akan merugikan diri sendiri juga.

“Memang disadari bahwa banyak kemudahan yang bisa didapatkan dari belanja online yang mudah dilakukan dari rumah. Seperti definisinya belanja online adalah suatu proses pembelian barang atau jasa dari mereka yang menjual barang atau jasa melalui internet,” ujar Agus Jamiatul dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi.

Di mana antara penjual dan pembeli tidak pernah bertemu atau melakukan kontak secara fisik dan barang yang diperjualbelikan atau ditawarkan melalui display dengan gambar yang ada di suatu website atau toko maya.

Diakuinya juga bahwa banyak manfaat belanja online diantaranya adalah berbelanja jauh lebih mudah dan bisa mendapatkan barang yang jauh dari tempat kita. Selain itu pembeli juga bisa lebih mudah membandingkan barang agar bisa mendapatkan barang terbaik yang diinginkan.

“Kita jadi lebih bisa mengukur diri kita apa kita mampu tidak memilih-milih yang akan kita beli dengan banyaknya varian yang ditawarkan banyak penjual juga. Selain itu di sejumlah platform belanja online juga menawarkan beragam promo dan beragam pilihan pembayaran,” katanya.

Dengan beragam penawaran dan kemudahan itu faktanya memang semakin banyak masyarakat yang beralih ke belanja online apalagi di masa pandemi ini. Dari sejumlah survei diperoleh bahwa jenis produk yang paling banyak dibeli konsumen saat belanja online adalah produk fashion sebesar 78 persen.

pixabay by PabitraKaity

Kendati begitu harus juga diingat apakah belanja online ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan atau sekedar keinginan semata. Sebab ada banyak pilihan lain untuk menggunakan uang yang kita miliki untuk sesuatu yang lebih bermanfaat untuk masa depan.

“Ada pilihan lain yang lebih bermanfaat disamping berbelanja online yaitu menabung untuk berjaga jaga jika ada kebutuhan mendesak.  Online shopping juga bermanfaat, tapi kita harus mengutamakan kepentingan kita apa yang kita butuhkan karenanya kita harus bijak saat berbelanja online,” ujar Jamiatul dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.

Lebih lanjut dijabarkan Agus bahwa prinsipnya menabung adalah menyisihkan sebagian uang yang Anda miliki untuk disimpan. Banyak manfaat menabung diantaranya adalah menghemat pengeluaran supaya hidup tidak boros dan membiasakan diri untuk mengatur keuangan dengan baik.

“Selain itu menabung juga bisa sangat bermanfaat untuk merencanakan serta mempersiapkan hari depan atau berinvestasi jangka Panjang,” imbuhnya. Ada banyak jenis tabungan yaitu konvensional, berjangka, giro, investasi, tabungan haji dan tabungan Pendidikan.

Jadi tinggal kita yang memilih untuk lebih bijak dalam mempergunakan uang kita apakah ingin berbelanja online atau pilih menabung untuk berinvestasi yang nantinya di masa depan akan sangat berguna untuk kehidupan kita.

Selain Agus Jamiatul, pembicara lainnya yang turut berbagi wawasan tentang literasi digital adalah Yulia Dian, Content Creator, Drs.Dewa NPE Purnata, S.Pd, M.Pd, Guru SMAN 2 dan Ichal Muhammad seorang Aktor yang menjadi Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.