Bagai Dua Mata Pisau, Ini Dampak Positif dan Negatif Internet Bagi Masyarakat

pixabay by Pexels

PERKEMBANGAN teknologi dan internet laiknya pisau bermata dua. Siapapun tak meragukan manfaat internet bagi kehidupan manusia. Namun jika tak hati-hati, internet bisa menjadi sumber masalah baru.

Berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Tabanan, Bali, Kamis (4/11/2021), dua narasumber yaitu Vizza Dara sebagai key opinion leader dan Qamaril H. Adani, General Manager PT Gifera Odo Technology, menyampaikan dua hal berbeda terkait dampak negatif dan positif internet bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Vizza Dara mengatakan pentingnya masyarakat berhati-hati saat melakukan transaksi belanja online. Lebih lanjut, Vizza menyinggung beberapa risiko saat belanja online.

“Misal seller menjual barang palsu, atau penipuan di mana barang yang dipesan tidak sampai. Sampai risiko kartu kredit dihack atau dikloning,” kata Vizza Dara.

Untuk itu, ia membagikan tips aman saat belanja online, di antaranya; cari tahu reputasi penjual, memiliki harga yang masuk akal, baca deskripsi produk, cek ulasan produk, hindari transfer langsung, serta cermati syarat dan ketentuan.

“Jangan lupa untuk selalu memastikan langkah-langkah penting tersebut sebelum kita belanja online. Dengan mengikutinya, hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari demi kenyamanan dan keamanan bertransaksi secara daring,” pungkas Vizza Dara.

Di sisi lain, internet juga memberikan manfaat tak terhingga pada masyarakat salah satunya menghindar dari paparan virus corona penyebab sakit Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi berkepanjangan.

Bahaya Media Sosial bagi Penggunanya

Hal tersebut dipaparkan Qamaril H. Adani, General Manager PT Gifera Odo Technology dalam acara serupa.

Kata Qamaril, teknologi internet terbukti memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai sarana penunjang perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kata Qamaril, sistem pendidikan yang didukung dengan teknologi internet menghasilkan metode pembelajaran jarak jauh yang dapat digunakan oleh pihak pengajar dan pelajar di sekolah.

“Internet terbukti berhasil memiliki peran penting sebagai sarana penunjang perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia,” kata Qamaril Adani.

Selain Qamaril H. Adani, General Manager PT Gifera Odo Technology dan Vizza Dara, hadir pula dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Tabanan, Bali, Kamis (4/11/2021) yaitu I Wayan Suardana, Waka Akademik SMAN 1 Tabanan Bali dan Azizah Zuhriyah. Division Head Finance TC Invest.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.