Ini Hal yang Boleh dan yang Dilarang di Media Sosial

pixabay by geralt

SAAT INI hampir setiap harinya kita diasupi oleh konten-konten yang ada di platform digital. Konten yang kita nikmati tersebut disebut sebagai konten digital, yakni konten dalam beragam format baik teks, tulisan, gambar, video, audio, atau kombinasinya yang diubah dalam bentuk digital, sehingga konten yang diciptakan tersebut dapat dibaca dan mudah dibagi melalui platform media digital.

Sementara itu, media digital bentuknya beragam, mulai dari email, blog, website, podcast, hingga media-media sosial yang kini telah menjadi bagian dalam hidup manusia modern sehari-hari.

“Hampir semua rata-rata penduduk di dunia mempunyai media sosial. Mereka pasti main gadget dan berhubungan dengan dunia digital,” ujar Nata Gein, Key Opinion Leader dalam Webinar Literasi Digital Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Kamis (9/9/2021).

Ia menyampaikan, saat menggunakan media sosial dan media digital lainnya terdapat hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebagai pengguna. Dalam uraian Nata, hal yang harus dilakukan pertama mengenali audiens dan melakukan interaksi. Terkadang kita bermain media sosial tanpa mengetahui lebih jauh siapa followers atau audiens kita.

Kedua, update konten dengan tujuan yang jelas. Kita harus mengunggah konten yang jelas untuk menghindari persepsi dan komentar negatif. Pastikan konten yang dibagikan juga positif.

Ketiga, membedakan konten bisnis dan pribadi. Media sosial bisa digunakan sebagai tempat mencari penghasilan, tetapi kita harus bisa memposisika diri dan membedakan kedua konten tersebut. Nata mengatakan, apabila kedua konten tersebut disatukan akan terlihat tidak profesional, terlebih jika konten pribadi berisi curhatan.

pixabay by mohamed_hassan

Di sisi lain, hal yang tidak boleh kita lakukan di media sosial tentu hal-hal negatif. Misalnya, menjawab kritik dengan amarah, membuat postingan berlebihan, bertutur kasar dan tidak sopan, serta menyebarkan hoaks.

“Kita jangan pakai bahasa yang sulit dicerna. Bahasa yang disingkat-singkat atau bahasa kekinian yang susah dicerna. Jangan asal pakai bahasa yang menyulitkan komunikasi atau membuat postingan kita tidak jelas,” paparnya.

Dengan demikian, hal yang harus selalu diingat ialah bijak dalam bermedia sosial. Bagikan konten positif yang baik, begitu juga dengan apa yang kita follow di media sosial.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Kamis (9/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Ody Waji (CEO Waji Travest), Yulia Dian Candra Kusuma (Social Media Strategist), dan Rosanly V. Malaihollo (Tutor of Unimuda English Center).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.