Bukan Cuma Mengincar Orang Dewasa, Penipuan Online Juga Bisa Mengincar Anak Loh

pixabay by mohamed_hassan

PENGGUNAAN internet bagi anak sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Terlebih dengan adanya sekolah dari rumah, membuat akses terhadap online menjadi kebutuhan bagi anak.

Oleh sebab itu, pertan orang tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak menjadi penting. Hal itu seperti diungkapkan oleh CEO Tech Company Anggie Ariningsih dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (12/10/2021).

“Sebagai orang tua tentu kita punya peran penting menjaga anak-anak dari segala bentuk kejahatan yang ada di internet dan dunia maya,” kata Anggie.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan 8 jenis penipuan online yang bisa saja terjadi pada anak, bahkan juga orang dewasa. Berikut ini daftarnya:

  • Social Engineering

Kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan interkasi dengan manusia. Teknin ini menggunakan manipulasi piskologi untuk menipu korban agar mereka melakukan kesalahan keamanan dan memberikan informasi sensitif.

  • Scan

Scam ini juga dikenal sebagai penipuan terencana yang bertujuan untuk mendapatkan uang. Biasanya terjadi kontak komunikasi baik melalui media, chat, telepon

  • Phising

Phising dapat diartikan sebagia mencuri informasi penting dengang mengarahkan korban untuk masuk ke halaman atau situd dengan maksud menjebak korban. Kejahatan ini kerap menyasar layanan streaming berbayar, perbankan, e-commerce, dan UMKM

  • Carding atau card stolen

Carding adalah pengambil alihan kartu kredit atau debit  korban tanpa mengalami komunikasi apapun.

  • Account Take Over

Pengambil alihan akun tanpa melakukan komunikasi antara korban dan pelaku. Biasanya terjadi pada customer dari pihak keluarga korban terdekat dan yang mengetahui data-data customer.

Kenali Empat Risiko Keamanan Internet yang Mengancam Anak dan Remaja

  • Share Login info

Ini bisa diartikan sebagai mencuri informasi sensitif terkait skun, deperti PIN, OTP dan Password. Dengan memberikan informasi bohong yang menyebabkan korban tanpa sadar memberikan informasi sensitif tersebut.

  • Share Card Info

Share Care Info adalah suatu bentuk tindakan penipuan dengan mencuri informasi data data kartu, baik nomor kartu atau kode OTP dari Bank penerbit. Modus yang paling sering digunakan pelaku, adalah dengan menghubungi korban mengatasnamakan Bank dengan beralasan untuk 1 dan lain hal yang tanpa disadari korban memberikan informasi penting terkait akun kartu debet/credit seperti nomor kartu, OTP/PIN.

  • ID Theft

Penipuan dengan mencuri kartu identitas korban untuk didaftarkan pada akun atau suatu aplikasi.

Dalam webinar tersebut juga ada Gebryn Benjamin, Lead Creative Strategy Frente Indonesia, Dvae A. Doyapo, Kepala Perwakilan LPMI dan Dhan Geisha sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.