Bikin Sesat, Pakar Ingatkan Bahaya Sebarkan Konten Ilegal di Dunia Digital

pixabay by stevepb

DUNIA DIGITAL menjadi dunia baru yang nampak tak memiliki batas. Di dunia digital, seseorang bisa terhubung tanpa perlu menghiraukan jarak dan waktu.

Sayangnya tak semua hal di dunia digital baik. Ada saja ancaman digital yang dapat merugikan pengguna, entah secara mental maupun materil.

Dikatakan oleh Fajar Sidiq, Zinister sekaligus Podcaster 30 Degree Media Network, salah satu ancaman nyata di dunia digital adalah tersebarnya konten ilegal di sana.

Illegal content atau konten ilegal, kata Fajar, bisa menyesatkan pengguna digital. Jika tak hati-hati, konten ilegal juga bisa membawa seseorang terjerat masalah hukum.

Salah satu konten ilegal yang paling banyak adalah konten hoaks atau berita bohong/palsu.

“Konten ilegal itu luas termasuk hoaks atau berita bohong atau berita palsu. Makanya berita yang dibaca harus dicek lagi kebenarannya. Ketika menyebarkan hokas, itu artinya kita telah menyebarkan konten ilegal,” kata Fajar Sidiq saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Merauke, Papua, Rabu 13 Oktober 2021.

Selain hoaks dan berita keliru lainnya, konten ilegal lain yang marak ‘dinikmati’ pengguna digital adalah musik, film dan buku bukan dari layanan resmi melainkan tautan bajakan atau yang biasa disebut link bajakan.

Bahaya Penggunaan Internet yang Tidak Sehat

“Bisa juga pembajakan film, buku, bideo. Misal serial drama tv ditonton di layanan gratis. Harusnya berbayar tapi ada yang menyediakan website bajakan dan kita bisa menonton sampai selesai. Sebetulnya hal yang kita lakukan itu kejahatan siner,” kata Fajar Sidiq lagi.

Padahal, lanjutnya, tidak ada satupun hal gratis di dunia digital. Jika layanan resmi terbuka mencantumkan bahwa mereka tidak menggunakan data pribadi kita di laman mereka, maka sebaliknya dengan link bajakan.

Website resmi biasanya mencantumkan data kita untuk apa saja. Mereka tidak menyelahgunakan data pribadi kita tanpa persetujuan. Perlu diingat, tidak ada yang gratis di internet. Bisa jadi tindakan ilegal kita dibayar dengan data diri kita,” tambah Fajar Sidiq.

Selain konten ilegal, jenis-jenis kejahatan siber lainnya yang marak di dunia digital adalah cracking dan hacking, phising, malware, virus, carding, perundungan siber hingga radikalisme berbasis digital.

Lebih lanjut, dampak-dampak masalah itu pun beragam mulai dari menghancurkan reputasi, kehilangan data, ancaman dapat merusak perangkat, merugikan secara material, merugikan secara mental, dan yang tak kalah mengerikan, berpotensi merenggung nyawa.

Selain Zinister and Podcaster 30 Degree Media Network Fajar Sidiq, hadir pula dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Papua, Merauke pada Rabu, 13 Oktober 2021 yaitu seorang dosen yaitu Nasri Wijaya, Astrid Finnia, Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma dan Adhy Basto sebagai key opinion leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.