Mengapa Kontrol Diri Sangat Penting Saat Berinteraksi di Ruang Digital?

pixabay by geralt

SIAPA SIH  yang tak punya media sosial (medsos) saat ini, minimal salah satu dari sekian banyak itu pasti punya. Sebut saja jenis-jenis media sosial yang ada yaitu YouTube, Facebook, Twitter, Tik tok, dan Instagram.

Reza Aditya dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis 25 November 2021 mengakui bahwa di dunia medsos kerap kali banyak postingan yang melampaui batas. Oleh karena itu, netizen kita perlu bijak menerapkan etika di ruang digital selayaknya di dunia nyata.

“Indonesia itu budayanya luar biasa. Adab, etika, dan normanya juga ada. Tapi justru netizen banyak yang lewat batas saat berkomentar, seolah mereka tidak bisa mengontrol diri di ruang digital,” ujar Reza dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.

Reza juga mengatakan ada salah satu kasus yang terjadi pada artis Korea akun pribadi dibully karena sebuah perannya sebagai pelakor di sebuah drama Koreakor. Padahal artis itu hanya membawakan perannya dalam drama saja, tapi netizen terus membullynya.

“Sebab itu kita harus mengontrol emosi saat berinteraksi di dunia digital,” kata Reza.

Untuk itulah kita harus bijak dalam kolom komentar dengan membaca konten secara keseluruhan sebelum berkomentar. Daripada malu kan mendingan nonton dulu telaah dulu dan jangan nonton setengah tiba-tiba comment.

BACA JUGA:

Saatnya Lebih Bijak Beropini dengan Data dan Fakta

Selain itu ingat juga untuk tidak terpancing emosi di kolom komentar, jika ada yang bertengkar diamkan saja dan jangan ikut mengomporinya. “Ngapain dikomentari orang bertengkar, diamkan saja, selain tak bermanfaat juga akan menghabiskan kuota. Kita happy-happy aja karena di dunia sosial media menurut saya tidak ada yang 100% real tidak ada yang 100% nyata namanya juga digital. Intinya jangan baperan di sosial media,” katanya.

Selain itu kita perlu memberikan komentar yang membangun. Kalau mau berkomentar atau memberi kritikan lebih baik secara pribadi, DM atau kirim ke alamat email tapi jangan di kolom komentar karena akan menimbulkan pro dan kontra padahal tujuan kita baik untuk memberi kritik. Selanjutnya jika tidak menyukai kontennya diam saja dan kalau tidak suka tidak usah ditonton atau dibaca, atau skip saja.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah  Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat juga menghadirkan pembicara, IBU Azizah Zuhriyah, Division Head Finance TC Invest, Ilham Faris, Digital Strategist, Hafsah,M.Pd, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah  Mataram.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.