Hati-hati, Jejak Digital di Media Sosial Abadi dan Pengaruhi Reputasimu

MEDIA SOSIAL memang memudahkan penggunanya untuk bisa membagikan segala macam hal. Tapi, ada satu hal penting yang mesti diingat, yakni bahwa jejak digital atau semua yang dibagikan di media sosial akan abadi.

Oleh sebab itu, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – Literasi Digital di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, CEO Viding, Alki Adi Joyo Diharjo, Senin, (26/7/2021).  mengingatkan bahwa jejak digital seorang di media sosial bisa menentukan reputasinya kelak.

“Hati hati walaupun masih muda-muda, tapi rekam jejak digital sulit dihilangkan, mau dihilangkan gimana pun walaupun sudah dideactivate, tetap tidak bisa terhapus semuanya,” ujar Alki dalam webinar tersebut.

pixabay by Shafin_Protic

Ia mengatakan, bahwa jejak digital itu nantinya akan terus tercatat dan akan menjadi gambaran reputasi seseorang. Bahkan, lanjut Alki, sejumlah perusahaan mulai melirik media sosial calon kandidat pekerja sebelum merekrut.

“Bahkan di HR mulai memprofil talenta baru dengan menelusuri rekam jejak digital di media sosial. Jadi memprofiling yang kita hiring dari jejak digital media,” kata dia.

Oleh sebab itu, Alki mengingatkan untuk selalu berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap segala hal yang dibagikan di media sosial.

“Jadi inisiasi gerakan literasi digital ini sangat bangus karena ternyata apa yang dikirim tidak bisa terhapus full, jadi diharapkan sudah pada aware dan bijak,” ujar Alki.

Dalam kesempatan yang sama, Pemilik Tunggal dan Pendiri Casolans, Nita Sellya  juga membagikan cara bagi para pelaku Usaha Kecil Mikro Menegah untuk mempromosikan barangnya melalui media sosial.

Ia mengatakan, bahwa dengan menggunakan media sosial akan mendapat banyak keuntungan, mulai dari jangkauan yang lebih luas, dan juga rasa kepercayaan dan keamanan antara penjual dan pembeli lebih tinggi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali hadir juga, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, dan juga Key Opinion Leader, Dila Resky.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.