Jangan Salah, Hacking Itu adalah Ilmu Seni Keamanan Jaringan Komputer

pixabay by 2246847

Berkali-kali berita tentang kebocoran data terungkap di media massa. Pun begitu tentang sejumlah kasus pembobolan data termasuk yang belum lama adalah pembobolan data aplikasi yang saat ini dipergunakan masyarakat yaitu aplikasi PeduliLindungi.

Dikatakan oleh M Randy Mandala, IT RS Anggrek Mas dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin 27 September 2021 bahwa saat terjadi kebocoran data maupun pembobolan data orang-orang akan menyalahkan seorang hacker.

“Benarkah hacker yang membobol data hal-hal tersebut di atas?  Untuk menjawabnya kita perlu tahu istilah hacker & cracker.  Hacker itu adalah ahli keamanan istilah untuk seseorang yang mempelajari memodifikasi menganalisa dan masuk ke sebuah jaringan komputer. Sehingga bisa dibilang bahwa hacker itu adalah yang menjaga supaya tidak dibobol,” jelas Randy dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Lebih lanjut, dikatakan oleh Randy sementara Cracker adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dalam bidang pemrograman dan dapat membuka sistem jaringan komputer tapi dengan tujuan negatif.

Ditambah lagi seorang Hacker tugasnya mencari kelemahan atau bug yang ada pada suatu sistem. Kelemahan tersebut akan dilaporkan pada pihak tertentu dan sekaligus dicarikan solusi yang tepat untuk memperbaiki sistem tersebut.

Kerap Dijadikan Alat Balas Dendam, Akademisi Sebut UU ITE Masuk Jadi Ancaman Dunia Maya

“Sedangkan Cracking: misalnya saja demi kejahatan pencurian data penting untuk menjualnya kepada pihak tertentu dan semacamnya. Inilah yang sebenarnya dilakukan oleh Cracker bukan Hacker. Sayangnya istilah yang dimaksud tak begitu familiar di telinga masyarakat awam,” imbuhnya lagi.

Justru malah terjadi kesalahpahaman di kalangan publik bahwa Hacker adalah perusahaan yang seringkali memecahkan sistem jaringan mereka. Hacker dan Cracker memiliki cara kerja yang berbeda Untuk Hacker, umumnya hacker telah disewa dan dipekerjakan legal. Sedang Cracker, bekerja dengan cara sembunyi-sembunyi bersifat merusak, mengacak-ngacak dan hal-hal negatif lain.

Beda lainnya lagi adalah hacker memiliki komunitas yang terbuka agar mereka bisa memperdalam lagi ilmu pemrograman yang mereka miliki. Nah, Cracker sendiri tidak seterbuka itu. Komunitas yang ada untuk cracker sangat tertutup, tersembunyi dan hanya dapat diakses oleh beberapa orang tertentu saja.

Namun amat disayangkan masih banyak orang yang salah paham terhadap hacker dan hacking.Istilah hacker yang sering kita salah artikan mengenai hal-hal yang merusak atau hack seperti hack Facebook,hack email ,hack jaringan dan lain-lain. Tetapi sebetulnya hacking adalah ilmu seni keamanan jaringan komputer.

Selain itu seorang seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi. “Siapapun kita baik pengguna atau hacker tidak boleh merasa paling jago perkembangan sistem operasinya dan teknologi berubah begitu cepat, sehingga harus selalu belajar memperbaharui pengetahuan.”

Selain Randy, pembicara lain yang juga berbagi wawasan adalah Astried Finnia Ayu Kirana, PT Astrindo Sentosa Kusuma, Muh.Suiardi, SP, Kabid Organisasi dan Kaderisasi PGRI Kabupaten Lombok Timur dan Sri Rahma Dani sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.