Jurus Bertahan di Era Pandemi dengan Memanfaatkan Media Digital

ilustrasi : Pixabay

KASUS Covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir kembali mengalami peningkatan. Bahkan di Jakarta sendiri dan kota besar lain kembali diberlakukan lockdown karena kasus positif yang semakin banyak. Masuk tahun kedua, pandemi belum nampak akan usai. Masyarakat dipaksa untuk cepat beradaptasi di tengah keadaan sulit seperti saat ini. Bahkan, setiap harinya kondisi kian tidak menentu seolah menampakkan kerumitannya.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan dalam kondisi seperti saat ini? Memilih hanyut atau mampu beradaptasi sehingga mampu bertahan di kondisi yang serba tidak pasti ini. Inilah yang menjadi topik perbincangan pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Ambon, Maluku, Jumat (25/6/2021).

Menurut Alki Adi Joyo Diharjo selaku CEO Viding.co mengatakan kondisi saat ini terjadi sudah jelas karena pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Akan tetapi, Alki meminta masyarakat agar berupaya untuk adaptasi di situasi yang seperti ini.

“Sebetulnya itu kan urutannya ada masalah, adaptasi kemudian baru ketemu solusinya. Kalau kita gak adaptasi dengan kondisi saat ini, gak mungkin webinar ini ada kan? Masa iya kita harus diskusi secara tatap muka di Ambon sementara peserta yang lain ada di Jakarta. Seperti itu sih analoginya,” papar dia.

Dengan adanya teknologi dan internet di saat pandemi seperti saat ini ternyata cukup membantu banyak pekerjaan yang sebelumnya tertunda. “Dengan teknologi dan internet kita beradaptasi dengan kondisi saat ini. 170 juta orang sudah terkoneksi internet dan memiliki smartphone,” kata dia.

Teknologi dan internet saat ini dijelaskan oleh Alki memiliki fungsi sebagai jembatan sebagai bentuk pencarian solusi terhadap masalah yang saat ini tengah terjadi. “Kalau kalian bijak dalam menggunakannya, internet juga akan membawa dampak positif kok.”

Di tengah pandemi seperti saat ini Alki juga mengatakan bahwa ada beberapa platform sosial media yang teryata naik pamor karena menjadi sering digunakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah Zoom, Hopin, dan Viding. “Kalau untuk Hopin sendiri itu adalah startup berbasis di Inggris yang mana bisa mengatur segala keberlangsungan acara secara daring. Sementara Zoom, adalah aplikasi yang sangat membantu masyarakat dalam melakukan diskusi jarak jauh. Dan Viding, dimana itu adalah besutan saya pribadi, aplikasi ini membantu masyarakat yang ingin menggelar pesta pernikahan tapi dengan mendigitalisasikannya.”

Alki juga mengingatkan agar tetap bisa bertahan di kondisi seperti ini para pengguna sosial media ada baiknya banyak mengupgrade keahlian lewat internet. “Ada beberapa platform berbayar memang, tapi kalau mau gratis juga ada yakni Youtube. Disana terdapat semua jenis informasi yang kalian butuhkan.”

Hal terakhir, Alki berharap agar semakin banyak masyarakat yang cakap digital. Memperbaharui kemampuannya dalam menggunakan teknologi untuk hal positif. Juga semakin bijak dalam menggunakan sosial media.

“Rekan-rekan harus bisa belajar terus menerus supaya terampil. semuanya adalah pilihan, berdiam diri meratapi situasi atau beradaptasi mencari solusi, mulai saja dulu ya,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kota Ambon, Maluku,  Jumat (25/06/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Fadly Arihsan (Senior Security Engineer MAXPLUS), Ronny Loppies (Chairman of The Ambon Development (Ambon City of Music), Febriyanto B. Anggoro (Kepala Biro ANTARA Maluku-Maluku Utara), dan Ichal Muhammad (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.