Saatnya Kolaborasi untuk Maksimalkan Pendidikan di Era Digital

pixabay by Perfecto_Capucine

TANTANGAN pendidikan di era digital membuat guru dan siswa di abad 21 harus mampu berkomunikasi dan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Dalam hal ini adalah perkembangan teknologi.

Menurut Daniel Babu, SH, MH, Rektor Universitas Nusa Lontar dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo dan Siberkreasi di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Rabu 27 Oktober 2021, selain itu dengan terus berkembangnya zaman maka berbanding lurus dengan berkembangnya permasalahan-permasalahan yang membutuhkan penyelesaian.

“Dari beberapa literatur istilah akademik dapat disimpulkan sebagai seluruh lembaga pendidikan yang bersifat akademis. Maksud dari akademis yaitu bersifat ilmiah,” ujar Daniel dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.

Lebih lanjut kata Daniel era digital adalah masa ketika informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Teknologi digital adalah teknologi yang menggunakan sistem komputerisasi yang terhubung internet.

“Konon maju tidaknya restoran tersebut sangat dipengaruhi oleh kinerja tim yang terlibat di dapur dalam proses menyiapkan makanan diinginkan pelanggan. Begitu pula lembaga pendidikan ruang akademis merupakan dapurnya kampus atau sekolah,” imbuh Daniel lagi.

Dari sini kita dapat melihat bagaimana peranan yang harus dimainkan oleh seluruh tim yang terlibat dalam akademik untuk mencapai output kompetensi yang diharapkan. Bahwa kualitas lulusan sangat ditentukan oleh bagaimana kinerja akademik terutama guru atau dosen sebagai ujung tombak.

Untuk itulah saat ini hampir semua bidang kehidupan sudah beralih ke digital. Dn apa yang dilakukan di dunia nyata pada prinsipnya dapat diaplikasikan pada dunia virtual. Dengan bantuan teknologi digital hampir semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah cepat dan efisien. Namun yang menjadi pertanyaan efektifkah kegiatan yang dilakukan dengan media digital dalam mencapai output?.

Dengan teknologi internet generasi 4, koneksi internet mampu melakukan transfer data dengan cepat dan efisien. Memasuki era internet itulah pemerintah mulai menyiapkan diri untuk mengembangkan lebih jauh kebermanfaatannya.

Contohnya pendidikan jarak jauh bisa diakses melalui berbagai program pendidikan education from home yang tersedia seperti Google for education and learning dan lain-lain hanya dengan satu perangkat digital.

Selain Daniel juga hadir pembicara lainnya yaitu Adji Srihandoyo, Business Development Director Koperasi Jasa Tri Capital Invstama (TC Invest), Rizky Rahmawati Pasaribu Advokat dan Managing Partner Law Office Amali & Associates dan Adelita sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (Kanalbali/rls)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.