DATA Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyatakan, jumlah UMKM di Indonesia saat ini telah mencapai 64,9 juta. Dari angka tersebut 82 persennya merasakan dampak negatif pandemi. Sayangnya, saat ini baru 11,7 juta UMKM yang beralih ke digital.
“Selama pandemi ekonomi digital tumbuh positif dan terdapat 2 juta UMKM yang masuk ke dunia digital. Mereka berpikir bagaimana caranya untuk tetap bisa promosi dengan budget yang sedikit dan tidak sampai gulung tikar,” papar Chyntia Andarinie atau Tia, Founder Mom Influencer ID dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua, Selasa (5/10/2021).
Ketika UMKM telah masuk ke fase go digital. Tentu terdapat banyak manfaat yang bisa kita rasakan. Pertama, menjangkau pasar yang lebih luas di ruang digital karena tidak hanya orang disekitar kita. Kedua, biaya operasionalnya lebih rendah karena tidak perlu toko fisik. Ketiga, UMKM akan menjadi lebih profesional ketika memiliki alamat website, instagram, dan lainnya. Keempat, budget pemasaran UMKM online bisa diatur sesuai kapasitas dan hasilnya terlihat juga terukur.
Di ruang digital, iklan bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk menggaet pelanggan. Menurut Tia, mempelajari iklan di digital akan memberikan keuntungan. Caranya, mengetahui tempat yang paling sesuai dengan jenis usaha kita dan target pasar, menyiapkan aset foto dan tulisan yang akan diunggah karena kekuatan UMKM digital berada pada visual, dan menganalisa setiap performa iklan dari toko UMKM digital milik kita.
“Dengan iklan kita bisa melihat data-datanya. Jadi kita tidak hanya memperkirakan dan berbicara asal, tetapi ada data yang bisa dipertimbangkan untuk postingan selanjutnya atau strategi marketing kita selanjutnya,” tutur Tia.
Promosikan Jualan Anda Lewat Media Sosial? Ini 3 Cara Bikin Konten yang Tepat
Tia menyampaikan, tempat beriklan bagi UMKM yang paling umum digunakan:
- Website
Informasi yang ditampilkan dalam website bisa disajikan dengan selengkap mungkin. Namun, kita perlu sedikit pengetahuan mengenai bagaimana mengelola website itu sendiri. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah biaya website yang relatif lebih mahal termasuk dengan pemeliharaannya.
Cuma Mau Curhat, Kok Jadi Melanggar Hukum?
- Media sosial
Media sosial ini memiliki jangkauan yang luas, biaya yang dikeluarkan pun relatif murah dan sedikit. Akan tetapi, menurut Tia penggunaan media sosial akan membuat penjualan kita bergantung pada sebuah aplikasi tambahan.
Jangan Asal Posting Konten di Media Sosial, Gunakan Prinsip THINK Sebelum Sebar Informasi
- E-commerce
E-commerece memudahkan kita dalam memberikan akses membuat toko online. Kekurangannya, kita menjadi bergantung terhadap aplikasi layaknya penggunaan media sosial. Dengan e-commerce, kita bisa menekan budget pengeluaran toko.
Di samping itu, kita bisa memakai jasa blogger atau influencer untuk mempromosikan produk. Hal ini bisa meningkatkan awareness orang-orang terhadap produk yang kita jual. Kita juga bisa membuat dan memaksimalkan diri dalam mengunggah konten yang berhubungan dengan bisnis yang ada.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Boven Digoel, Papua, Selasa (5/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Tiara Maharani (penulis dan koresponden Indonesia untuk TTG Asia), Lusia Lamelewa (Dosen), dan Ahmad Affandy (KOL).
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (kanalbali/RLS)



Be the first to comment