Generasi Milenial Harus Bantu Orang Tua Tangkal Hoax

pixabay by 12194226

GENERASI MILENNIAL  ini adalah generasi yang lahir setelah generasi X dan setelah generasi baby boomers atau dikenal juga sebagai generasi Y.  Generasi milenial ini lahir sekitar tahun 1977 sampai 1965 atau sekitar tahun 1980-1996. Maka bisa diprediksi bahwa yang menjadi orang tua dari kaum atau generasi milenial ini adalah mereka yang lahir atau yang merupakan generasi baby boomer ataupun generasi X.

Menurut NS.Istha Leani Muskananpola, M.KEP, Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa 23 November 2021, generasi milenial sangat berperan penting dalam mengajarkan literasi digital bagi para orang tua.

“Tahapan pertama peran generasi milenial sebagai guru digital bagi para orang tua adalah bagaimana kita bisa menjadi seorang guru atau menjadi seorang pemberi informasi,” ujar Istha dalam webinar yang dipandu oleh Jhoni Chandra ini.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa yang pertama kita harus memberikan penjelasan terkait dengan kegunaan manfaat yang dapat diperoleh oleh orang tua kita. Sebab internet dan teknologi digital untuk para orang tua sangat penting semisal mereka bisa mencari informasi terkait masalah penyakit-penyakit kronis dan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk konsultasi kesehatan secara mandiri.

Masuk ke tahap yang kedua yaitu kita mempraktekkan atau melakukan simulasi pemanfaatan teknologi digital. Misalnya pemanfaatan halodoc yaitu aplikasi halo dokter tadi dengan memanfaatkan internet kita memberikan simulasi di hadapan orang tua kita sambil sembari memberikan kesempatan bagi orang tua kita untuk belajar secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit.

Wajib Tahu, Ini yang Membedakan Ujaran Kebencian Dengan Kebebasan Bicara

Tahap yang ketiga adalah kita mendampingi  orang tua kita untuk memanfaatkan teknologi digital dan mempraktekkan serta memberikan simulasi dengan mendampingi mereka. Lalu tahap yang keempat yaitu kita sebagai generasi milenial atau anak-anak yang berperan sebagai guru digital bagi orang tua kita harus menjadi tempat konsultasi sekaligus tempat berbagi tanpa batas waktu bagi orang tua kita.

Kita juga memberikan penjelasan ke orang tua kita bahwa ada ketersediaan aplikasi untuk membantu konsultasi kesehatan secara gratis. Jadi ketika kita sakit kita ada di rumah kita bisa konsultasi kesehatan lewat digital dan nantinya di  rumah sakit kita akan mendapatkan penjelasan dari dokter.

Daripada orang tua kita mencari berita-berita yang belum pasti kebenarannya misalnya mereka sendiri dari Google tanpa mengetahui kebenarannya bahwa informasi itu benar atau tidak untuk kesehatan mereka. Jadi di aplikasi-aplikasi tadi itu bisa memberikan konsultasi gratis bagi orang tua kita dan sekaligus aplikasi itu bisa langsung mendapatkan resep dari dokter spesialis ataupun dokter umum.

“Keuntungan generasi milenial sebagai guru digital bagi para orang tua adalah untuk meminimalisir penyebaran hoax. Orang tua kita dapat terbantu dalam mengakses layanan internet yang bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Selain Istha juga hadir pembicara lainnya adalah Dedy Triawan, CTO/MEC Indonesia, Gebryn Benjamin, Lead Creative & Marketing Strategy,  dan Adelita sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (KANALBALI/RLS)

Apa Komentar Anda?