DENPASAR, kanalbali.id – Demi mendorong bangkitnya ekonomi lestari di Bali, Yayasan Pratisara Bumi Lestari bermitra dengan BPR Lestari menghadirkan program Inkubator Usaha Lestari (INKURI).
Melalui kerjasama yang terjalin, BPR Lestari memberikan dukungan dana riset pasar bagi 23 ide usaha lestari yang saat ini sedang berada di tahap pengembangan ide usaha. Dengan dukungan dana riset pasar ini, maka akan memperkuat pondasi usaha lestari para peserta INKURI Bali
Berlokasi di kantor cabang BPR Lestari Jl. WR Supratman No.141, Denpasar, seluruh peserta telah mengikuti pelatihan kewirausahaan ke-4. Saat ini, peserta diarahkan untuk membuat pernyataan masalah atas isu-isu yang ingin diangkat dalam usaha lestari mereka.
Dipimpin oleh Direktur Kemitraan INKURI, Maria Agustin, peserta telah dilatih untuk memahami target penerima manfaat dan target pembeli mereka sebelum melakukan proses validasi atas target tersebut.
BACA JUGA : Dilaporkan ke OJK Bali, Begini Tanggapan BPR Lestari
Sesi pendampingan 1-on-1 disediakan hingga akhir Februari 2022 untuk memberikan kesempatan pada setiap tim mengkonsultasikan proses riset pasar yang dilakukan. Hal ini sebagai salah satu syarat terpilih sebagai 12 ide usaha yang akan lanjut ke tahap Pendampingan Bisnis hingga akhir Agustus 2022.
Kegiatan INKURI ini sejalan dengan misi Make An Impact yang dimiliki oleh BPR Lestari melalui Empowering Entrepreneur.
“Senang rasanya bisa melihat teman-teman yang masih muda-muda semangat untuk bersama-sama membangkitkan kembali ekonomi Bali melalui pengembangan ide usaha ini. Harapannya tentu saja usahanya nanti dapat berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan terhadap lingkungan sekitar dan tentu saja kepada Bali,” kata Marketing Communication BPR Lestari Lily
INKURI Bali sendiri diselenggarakan sebagai respon dari terdampaknya perekonomian Bali akibat pandemi Covid-19. Bali kehilangan sumber mata pencaharian utamanya di bidang Pariwisata.
Oleh karena itu, INKURI hadir untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, serta sektor-sektor lainnya yang belum dimaksimalkan potensinya, yakni kriya dan pertanian.
Harapannya sektor-sektor ini tidak sekedar menjadi pelengkap, tetapi dapat menjadi tumpuan hidup dan membuka lebih banyak kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal Bali. (kanalbali/RLS)



Be the first to comment