Lima Arahan Wapres di Bali: Dari Pemulihan Ekonomi hingga Layanan Publik

Wapres K.H. Ma’ruf Amin saat bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta sesaat sebelum Wapres melakukan kunjungan ke Bali, Senin (9/5/2022) (Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memberikan 5 arahan kepada pemerintah daerah untuk menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Lima arahan tersebut disampaikan Wapres Amin saat membuka Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali, Senin malam, (09/05/2022).

Arahannya yang pertama terkait dampak pandemi Covid-19 yang telah mengubah kondisi perekonomian masyarakat. Untuk itu, Wapres Amin menilai pemerintah harus berjuang dalam mengatasinya dengan meningkatkan kembali perekonomian masyarakat.

“Saya minta program-program lebih banyak difokuskan pada penguatan daya beli dan penurunan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga meminta agar pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas sumber saya manusia di daerah masing-masing.

S“Ciptakan ekosistem yang mendukung pencapaian optimal SDM di daerah melalui institusi ekonomi yang mampu memfasilitasi kemampuan dan bakat masyarakat, terutama generasi muda,” kata dia..

Wapres Amin juga mengajak untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, utamanya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global saat ini.

“Seluruh aparat Pemerintah Daerah agar memberikan contoh dalam penggunaan produk-produk dalam negeri, sehingga produk buatan kita menjadi raja di rumah sendiri,” kata dia.

Keempat, pemerintah daerah juga harus menunjukkan komitmen keberpihakan terhadap UMKM dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Melalui pemberian subsidi bunga pinjaman, restrukturisasi kredit, pemberian modal kerja, insentif perpajakan, dan penguatan teknologi digital bagi UMKM,” paparnya.

Yang terakhir,  ia mendorong untuk wujudkan pelayanan publik yang berkualitas demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Saya minta seluruh gubernur konsisten melanjutkan reformasi birokrasi dan pembenahan manajemen ASN karena sekitar 77% ASN berada di instansi daerah,” pungkasnya.

Di sisi lain,  dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah, dibutuhkan kemampuan atau prestasi oleh para pemegang jabatan. Untuk menghasilkan pejabat yang berkompeten dan untuk menghindari kecurangan dalam proses lelang jabatan, diperlukan penerapan sistem merit yang berdasarkan pada kinerja.

“Saya harap seluruh daerah di Indonesia terus menerapkan meritokrasi dan mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme, serta diskriminasi dalam tata kelola pemerintahan, termasuk praktik jual beli jabatan yang masih terjadi

Selain itu, Wapres juga mengingatkan kepada para Gubernur untuk melakukan percepatan penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik di daerah masing-masing agar mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai perizinan dan administrasi kependudukan.

“Saya juga titip kepada para Gubernur untuk mendorong penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik di kabupaten dan kota di masing-masing provinsi sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021, karena ini adalah langkah strategis dalam perbaikan sistem pelayanan publik di Indonesia,” ajaknya.

Apa Komentar Anda?