World Breastfeeding Week, AIMI Buat Aksi Bersama dengan Pawai Payung Menyusui

DENPASAR, kanalbali.id  – Tahun ini momen perayaan World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Dunia (PMD) dirayakan dengan kampanye global yang bertujuan untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung menyusui, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia.

Jika pada dua tahun sebelumnya PMD terpaksa dilaksanakan secara daring akibat pandemi COVID-19, pada tahun ini rangkaian acara Pekan Menyusui Dunia 2022 dengan tema “Berperan Lebih Untuk Menyusui: Mendukung dan Mengedukasi” dilakukan secara hybrid.

Selain webinar bertajuk BerAKSI (Bertumbuh dan Berkembang dengan ASI) yang diselenggarakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan berbagai komunitas ahli gizi dan mahasiswa, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI), ada pula aksi turun ke jalan pada saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) dengan membawa payung putih yang melambangkan dukungan kepada ibu menyusui.

BACA JUGA: Angkringan Weekend Kubukopi, Alternatif Tongkrongan Baru di Kota Denpasar

Di Denpasar, kegiatan dilakukan di Lapangan Timur Bajra Sandhi Renon.

Pada tahun 2019 sebelum PPKM dimulai aksi serupa memang sudah pernah dilakukan AIMI[1], namun aksi pawai payung putih tahun ini melibatkan lebih banyak pihak.

Hal ini seolah menegaskan pesan World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) bahwa dalam mendukung menyusui membutuhkan peran banyak aktor dalam berbagai tingkatan

Perempuan membutuhkan dukungan dari layanan kesehatan, tempat kerja dan masyarakat untuk menyusui secara optimal yang disebut Rantai Dukungan Berkelanjutan untuk Menyusui.

Pendidikan dan transformasi sistem yang ada, yang didukung oleh kebijakan nasional berbasis bukti, akan membantu memastikan fasilitas kesehatan yang ramah menyusui, komunitas dan tempat kerja yang mendukung, dan akan meningkatkan keberhasilan menyusui, gizi dan kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Rantai Dukungan menjadi penting mengingat kian banyaknya tantangan yang dihadapi oleh ibu menyusui di seluruh dunia dalam tahun-tahun terakhir.

Tantangan-tantangan ini antara lain pandemi COVID-19 yang belum benar-benar usai, konflik geopolitik, ketidaksetaraan dan masalah kerawanan pangan, keterbatasan kapasitas sistem kesehatan, serta pembatasan jarak fisik yang berarti berkurangnya layanan tatap muka untuk orang tua sehingga mereka menerima lebih sedikit informasi dan kesempatan untuk mendapatkan konseling menyusui yang memadai.

Pun di luar sana masih saja ada pihak-pihak yang menerapkan kebijakan yang tidak berbasis bukti seperti memisahkan bayi dari ibu mereka dan melarang menyusui ketika ibu diduga terpapar COVID-19.

Selain itu, promosi industri produk Pengganti ASI (PASI) juga telah mempengaruhi orang tua terkait keputusan pemberian asupan bayi. Misinformasi seolah PASI merupakan pilihan yang lebih aman di masa COVID-19 jelas merupakan pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI[2] dan Resolusi Majelis Kesehatan Dunia (Kode Internasional).

“Pada PMD 2022 kali ini, kita semua diajak untuk bisa sama-sama memberikan dukungan dan perhatian yang lebih lagi untuk menyusui. Karena tanpa kita sadari, banyak sekali pihak yang belum paham secara utuh bagaimana cara membantu ibu dan anak untuk menyusui. Edukasi di semua sektor juga tidak kalah penting agar semua pihak memiliki kemauan, memahami pentingnya menyusui dan mampu untuk memberikan dukungan yang tepat serta positif bagi keberhasilan menyusui.” himbau Nia Umar, Ketua Umum AIMI.

 Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) adalah organisasi nirlaba berbasis kelompok sesama ibu menyusui dengan tujuan menyebarluaskan pengetahuan dan informasi tentang menyusui serta meningkatkan angka ibu menyusui di Indonesia.

AIMI Bali diresmikan pada tanggal 26 Januari 2013 di Denpasar dan saat ini terdapat di 19 daerah/provinsi serta memiliki cabang di 10 kotamadya/kabupaten di luar ibu kota provinsi. (kanalbali/RLS)

 

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.