Tekan Inflasi, Bupati Klungkung Gencar Sidak Harga Siang Malam

KLUNGKUNG, kanalbali.id –  Inflasi propinsi Bali pasca kenaikan harga BBM tercatat mencapai 6,4 persen. Dimana harga-harga kebutuhan pokok terus mengalami lonjakan kenaikan harga. Untuk itu, salah satu yang dilakukan adalah dengan gencar melakukan sidak harga dan memantau produsen dalam proses pengiriman barangnya kepasar.

“Sidak terus kita lakukan, pagi, siang bahkan malam kita turun, cek harganya jangan sampai ada yang bermain dan menaikkan secara besar-besaran yang mengakibatkan kerugian banyak pihak, utamanya masyarakat,” kata Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat menggelar sidak di pasar retail Pasar Galiran, Klungkung, Rabu (14/9/2022).

BACA JUGA: Kenali Ragam Penyimpangan Seks, Waspadai Bahayanya

Pasar Galiran ini salah satu pusat transaksi besar di Bali, dan terbesar di Bali timur. Semua pedagang sayuran dan bumbu dari desa-desa utamanya Bangli dan Karangasem berjualan dipasar ini dari pagi hingga malam hari.

“ada jualan pagi ada jualan malam, kita pastikan harganya dulu, dari pantauan untuk sayuran dan bumbu utamanya cabai dan bawang merah sedang panen raya sehingga harganya masih stabil,” katanya.

Dimana bawang Kintamani harganya Rp 21 ribu dari sebelumnya rp 19 ribu sedangkan bawang asal Bima Rp 20.000/KG sedangkan harga retail di pasar Galiran Rp 22.000/kg. yang dianggap kenaikan masih wajar, dengan asalan BBM naik untuk ongkos angkut.

BACA JUGA: 

Lawar Klungah Sikoe Jadi Incaran Pemburu Kuliner di Klungkung

“Kemarin malam saya turun juga ke grosir, utamanya penjual beras, harga beras premium, harga grosir dijual 11.000/kg sedangkan harga retail menjadi Rp 11.800/kg hingga Rp 12.000/kg sedangkan beras lokal selisih rp 1000 lebih murah.

Sementara untuk palen-palen juga naik, karena itu produk pabrikan, tapi tetap dipantau agar harganya tidak naik lebih dari lima persen.

“1-3 persen kenaikan masih wajar, dengan kenaikan biaya angkut saat ini, jangan sampai ada yang menaikkan drastis, otomatis masayakat akan kesulitan, dan inflasi akan melonjak lagi,” katanya.

Upaya-upaya akan terus dilakukan agar harga beras kembali keharga normal dan yang lain jika naik tidak lebih dari lima persen. Dan upaya menurunkan inflasi, selain mewajibkan tim inflasi mendata harga dipasar setiap saat.

Pemerintah juga menyiapkan pasar murah, jika harga kebutuhan pokok utamanya beras gula dan minyak kembali naik. “jalan pasar murah, sudah disiapkan tim, agar tidak kecolongan kenaikan harga akibat harga BBM ini,” sebutnya. (Kanalbali/KRIS)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.