Soal Pemeriksaan di Polda Bali, Wayan Koster Belum Mau Beri Keterangan ke Media

Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster - IST

DENPASAR, kanalbali.id – Mantan Gubernur Bali, sekaligus Ketua DPD PDI-Perjuangan (PDIP) Bali, Wayan Koster enggan memberikan komentar kepada wartawan usai diperiksa oleh kepolisian Polda Bali dalam kasus dugaan korupsi.

“Tidak ada statement dulu, jangan dulu nanti cari waktu lain deh, nanti saja,” kata Koster saat ditemui di Kantor DPD PDIP Bali, Kamis (4/1).

Koster juga enggan menjawab berapa lama diperiksa di Mapolda Bali,”Jangan tanya itu dulu, nanti tunggu waktu yang tepat ngomongnya,” katanya.

Kemudian, saat ditanya apakah merasa didiskriminasi soal peristiwa tersebut karena menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Pihaknya menyatakan jangan menuduh seperti itu dan tidak boleh,”Jangan kita menuduh begitu, nggak boleh, nggak boleh,” ungkapnya.

BACA JUGA: Gelar Mimbar Bebas, GMNI Bali Kecam Merebaknya Kembali Praktek KKN

Selanjutnya, saat ditanya apakah masih optimis menargetkan kemenangan capres dan cawapres Ganjar-Mahfud sebanyak 95 persen di Pulau Dewata. Pihaknya menyatakan bukan soal optimis tapi harus bekerja keras,”Bukan soal optimis atau bagaimana, harus kerja keras, sudah,” tandas Koster.

Sebelumnya, mantan Gubernur Bali dan sekaligus Ketua DPD PDI-Perjuangan (PDIP) Bali, Wayan Koster diperiksa oleh pihak kepolisian Polda Bali, pada Rabu (3/1).

Pemeriksaan kepada Wayan Koster, diduga terkait kasus dugaan korupsi dan Wayan Koster datang ke Mapolda Bali, pada Rabu (3/1) siang tadi.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Aviatus membenarkan, bahwa Wayan Koster diperiksa sebagai saksi untuk klarifikasi atas laporan dugaan korupsi.

“Betul (sebagai saksi) dan masih dalam rangka diklarifikasi. Betul ada pemeriksaan, dalam rangka klarifikasi dan masih diklarifikasi. Iya terhadap adanya laporan saja, diklarifikasi kebenaran laporan itu,” kata Kombes Jansen, saat dihubungi Rabu (3/1) malam.

Pihaknya juga membenarkan bahwa pemeriksaan kepada Wayan Koster soal adanya laporan dugaan korupsi. Tetapi, pihaknya tidak menjelaskan soal dugaan korupsi apa dan siapa yang melaporkan itu.

BACA JUGA:

Gelar Deklarasi di Bali, Relawan Gibran Berkopyah Targetkan 15 Juta Suara Kalangan Santri

“Iya terkait laporan masih didalami. Iya (dugaan korupsi) masih didalami, ini kan ada laporan dalam laporan itu masih diklarifikasi kebenarannya,” katanya.

“(Siapa yang melapor), untuk lebih jelasnya nanti saya cek lagi. Intinya benar dia diperiksa dan diambil keterangan dalam rangka klarifikasi,” lanjutnya.

Sementara, terkait dugaan korupsi masih didalami kebenarannya karena hal itu baru sebatas laporan. Namun, saat kembali ditanya yang melaporkan siapa warga biasa atau organisasi masyarakat (ormas) pihaknya tidak menjelaskan.

“Iya, itu masih didalami kebenarannya. Kan ada laporan dan laporannya masih didalami.
Nanti, kalau ada informasi lebih lanjut, nanti kita informasikan. Benar ada laporan dan sudah diambil keterangan dalam rangka proses klarifikasi kebenaran laporannya.
Dia intinya diperiksa tadi siang,” ujarnya. (kanalbali/RLS)

Apa Komentar Anda?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.