Ical Jenggo dan Galang Conslet Rilis Single “Pejabat Rakus”

Musisi Ska Reggae Ical Jenggo dan Galang Conslet - IST
Musisi Ska Reggae Ical Jenggo dan Galang Conslet - IST

DENPASAR, kanalbali.i d-  Musisi ska-reggae Ical Jenggo kembali melahirkan karya bernuansa kritik sosial lewat single terbarunya berjudul Pejabat Rakus. Lagu ini telah beredar di berbagai kanal musik digital.

Dalam lagu ini, Ical turut menggandeng rapper Galang Conslet untuk mengisi part rap dengan lirik yang tajam dan frontal menyoroti perilaku pejabat korup.

Lagu tersebut lahir dari kegelisahan Ical melihat fenomena pejabat yang dinilai mulai melupakan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat.

“Banyak yang duduk di kursi jabatan lupa kalau tugas utamanya melayani rakyat. Justru kekuasaan dipakai untuk mengeruk keuntungan sendiri, sementara rakyat kecil makin susah,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Lewat Pejabat Rakus, Ical menyampaikan kritik terhadap perilaku pejabat yang tamak, korupsi, hingga lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding rakyat. Lirik lagu juga menyinggung ketimpangan hukum yang dinilai tajam kepada rakyat kecil namun lunak bagi pihak yang memiliki kuasa.
Beberapa bait dalam lagu ditulis lugas dan satir menggunakan bahasa sehari-hari.

Seperti penggalan lirik “perutmu kaya gudang beras, rakyat lapar kau bilang sabar, tapi dompetmu makin luas” yang menggambarkan ketimpangan antara elite dan masyarakat kecil. Ada pula sindiran soal pencitraan politik lewat bait “di depan kamera, belakang layar tuh komisi saja”.

Sementara part rap Galang Conslet tampil lebih agresif tapi santai, dalam rappnya ia lugas mengkritik terhadap pembungkaman suara rakyat, hingga praktik korupsi yang dianggap makin terang-terangan.

Kehadiran Galang Conslet memberi warna berbeda dalam lagu tersebut. Balutan rap yang dibawakan dengan gaya lugas mempertegas pesan kritik sosial yang ingin disampaikan.

Meski mengangkat tema sensitif dengan lirik yang cukup frontal, Ical menegaskan lagu itu tidak ditujukan kepada sosok tertentu. Menurutnya, Pejabat Rakus terinspirasi dari berbagai kondisi sosial dan kasus yang kerap muncul di tengah masyarakat.

“Ini gambaran umum dari fenomena yang sudah terlalu lama terjadi. Jadi kalau ada yang merasa tersindir, berarti pesannya sampai,” katanya.

Ical memilih musik ska dan reggae karena dinilai mampu menyampaikan kritik dengan cara lebih santai namun tetap tajam. Baginya, reggae sejak lama identik dengan suara perlawanan, kebebasan, dan keadilan sosial.
“Saya ingin kritik yang keras dibungkus dengan irama yang enak didengar. Jadi tidak terasa seperti ceramah, tapi seperti teman bicara,” ungkapnya.

Soal potensi kontroversi, Ical mengaku tidak terlalu khawatir. Ia menilai musik merupakan bagian dari kebebasan berekspresi selama disampaikan secara jujur dan untuk tujuan positif.

“Lagunya tidak menghina, hanya mengingatkan soal ketamakan. Kalau ada yang tersinggung, mungkin karena merasa terkena,” ujarnya.

Selain Pejabat Rakus, Ical mengaku telah melahirkan puluhan karya. Beberapa lagu yang cukup dikenal antara lain Arak Bali Memang Enak, Burung Nuri Seekor Kelinci dan Buaya, Konsisten, hingga Bingung Mau Ngapain.

Ke depan, Ical memastikan akan terus menghadirkan karya-karya bertema sosial. Ia berharap musiknya dapat menjadi pengingat bagi masyarakat maupun pemegang kekuasaan agar tetap menjunjung kejujuran dan keadilan.
“Selama masih ada hal yang perlu disuarakan, saya akan terus berkarya. Saya ingin lagu-lagu saya tetap jadi suara rakyat,” katanya.

Caption foto: Ical Jenggo dan Galang Conslet dalam single Pejabat Rakus. Dokumentasi istimewa

Apa Komentar Anda?